TIAKUR, Balobe.com – Sebuah speedboat berpenumpang 10 orang tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (12/6/2026), setelah diterjang cuaca buruk disertai gelombang tinggi dalam perjalanan dari Sinairusi menuju Tepa. Dua penumpang berhasil selamat dengan berenang ke Desa Sinairusi dan meminta pertolongan masyarakat, sementara delapan orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang menghadapi kendala cuaca buruk dan keterbatasan BBM.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon menerima informasi kejadian pada pukul 08.30 WIT dari Kepala BPBD Kabupaten MBD, James R. J. Likko. Speedboat milik sekaligus dikemudikan Anton Menahem tersebut bertolak dari Pantai Sinairusi pada Rabu (11/6/2026) menuju Tepa dengan membawa sejumlah penumpang sebelum mengalami kondisi darurat di tengah laut.
Kepala BPBD Kabupaten MBD, James R. J. Likko, mengonfirmasi dua penumpang yang ditemukan selamat adalah Yakop Anamofa (22), dan Ignasius Matrunkoly (42).
“Kedua korban telah ditemukan dalam keadaan selamat dan telah mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Likko.
Berdasarkan laporan awal yang diterima dari Pemerintah Desa Sinairusi, dalam perjalanan speedboat tersebut diduga diterjang cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang menyebabkan kapal mengalami kondisi darurat di tengah laut. Para penumpang kemudian berupaya menyelamatkan diri setelah kapal tidak lagi dapat melanjutkan pelayaran secara normal.
Basarnas Ambon segera melakukan koordinasi dengan BPBD MBD, Kepala Desa Sinairusi Yance Ritiau, dan Camat Babar Barat pada pukul 09.30 WIT. Dari koordinasi tersebut diketahui bahwa tiga speedboat telah dikerahkan untuk pencarian yakni dua unit dari Tepa dan satu unit dari Sinairusi, namun terkendala cuaca buruk.
Untuk mendukung upaya pencarian, Pemerintah Kabupaten MBD melalui BPBD berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Babar Barat, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. KM Teifelin kemudian dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi para penumpang terpisah dari kapal.
Camat Babar Barat, David Laipeny, saat dihubungi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal namun belum membuahkan hasil.
“Tim pencarian dengan KM Teifelin telah melakukan penyisiran hingga sekitar Pulau Dai sampai pukul 24.00 WIT. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya maupun bangkai kapal. Karena kondisi cuaca yang kurang baik serta persediaan bahan bakar minyak yang mulai menipis, nahkoda memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Tepa,” ujar Laipeny.
Data sementara menyebutkan penumpang yang berada di dalam speedboat tersebut yang belum ditemukan antara lain Anton Menahem (40), Asael Daniel (72) Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35) Yakson Unawekla (9), Marcelo Unawekla (4). Jumlah maupun identitas penumpang masih terus diverifikasi oleh pihak berwenang.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian sangat tidak bersahabat dengan hujan ringan, angin tenggara berkecepatan 18-28 knots, dan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. Lokasi kejadian berada pada koordinat 7°39’2.95″S, 129°38’27.61″E di sekitar perairan Pulau Dai, berjarak sekitar 264 nautical miles dari Basarnas Ambon.
Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah maupun tim pencarian.
Meski menghadapi kendala cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan serta arahan dari pihak terkait. Insiden ini kembali mengingatkan betapa tingginya risiko transportasi laut di perairan kepulauan MBD yang rawan cuaca ekstrim, sekaligus mendesak perlunya peningkatan sarana keselamatan pelayaran dan sistem peringatan dini cuaca bagi masyarakat yang menggantungkan mobilitas pada jalur laut. *enos




























Komentar