Seputar Maluku
Home » Berita » GPM Tuntaskan Sidang Sinode ke-39, Gubernur: Pemilihan MPH Hangat tapi Elegan

GPM Tuntaskan Sidang Sinode ke-39, Gubernur: Pemilihan MPH Hangat tapi Elegan

Foto: Screenshot Sinode GPM TV

Ambon, Balobe.com – Sidang ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) resmi ditutup Sabtu malam (25/10/2025) di Gereja Maranatha Ambon. Sidang yang berlangsung selama tujuh hari itu menghasilkan susunan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM periode 2025-2030.

Gubernur Maluku, yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Maluku Dominggus M. Kaya, menilai proses pemilihan MPH berlangsung hangat namun tetap elegan. “Itu artinya GPM sudah sangat dewasa dalam berorganisasi, tidak lagi gereja yang sibuk soal siapa dapat apa, tetapi gereja yang fokus pada apa yang Tuhan mau kita kerjakan bersama,” ujarnya.

Dominggus mengibaratkan momen ini seperti pembentukan kabinet dalam pemerintahan. Namun, ia menegaskan, kabinet ini dipilih dan dipimpin langsung oleh Tuhan sehingga tidak seorang pun dapat mereshufflenya tanpa seizin sang pemimpin. “Kalau semua lembaga di Maluku punya semangat seperti ini, saya yakin Maluku akan cepat maju,” katanya.

Dalam sambutannya, Dominggus mengutip 1 Korintus 1:27 tentang prinsip pemilihan Tuhan yang kerap melampaui logika manusia. “Apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan yang kuat,” ucapnya. Ia berpesan kepada MPH terpilih yang merasa belum pantas agar tidak khawatir. “Jabatan bukan mahkota kehormatan, tetapi ladang pelayanan,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada MPH Sinode periode sebelumnya di bawah kepemimpinan Pendeta Elifas Tomix Maspaitella. “Ketika ada bencana gereja hadir, ketika ada konflik sosial gereja berdiri di depan untuk merangkul, ketika ada anak muda kehilangan arah gereja memberi harapan,” paparnya.

Rutan Ambon Teguhkan Komitmen Zero HALINAR

 

Ia menitipkan dua hal penting kepada MPH yang baru. Pertama, jangan pernah kehilangan kasih karena tanpa kasih semua kegiatan rohani hanyalah rutinitas tanpa makna. Kedua, tetap rendah hati sebab kerendahan hati adalah mahkota pelayan sejati.

“Mungkin nanti ada perbedaan pendapat, ada perdebatan di ruang sidang, tetapi biarlah semua ketetapan dan hasil persidangan dilaksanakan dengan kasih, ketulusan, dan ketaatan sebagai keluarga besar Allah yang saling melengkapi,” pungkas Dominggus mengakhiri penutupan sidang. (BN-26) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement