PALU, Balobe.com – WALI Kota Palu Hadianto Rasyid memperkuat jejaring antardaerah sebagai bagian dari strategi percepatan transformasi menuju kota modern berbasis smart city. Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Yogyakarta pada (21/4/2026).

Dok: Foto/Orasi Rakyat
Dalam kunjungan tersebut, Hadianto bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo serta Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra guna membahas peluang kolaborasi lintas daerah, khususnya dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan layanan publik berbasis digital.
Pengamat kebijakan publik Yahdi Basma menilai langkah tersebut mencerminkan arah pembangunan Palu yang tidak hanya berfokus pada percepatan fisik, tetapi juga transformasi sistemik menuju kota modern.
“Transformasi kota modern tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga efisiensi tata kelola, kualitas layanan publik, dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya dalam diskusi serial, Rabu, (22/4/2026).
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir Palu mulai menunjukkan kemajuan melalui penataan ruang terbuka hijau, peningkatan disiplin kebersihan, serta penguatan layanan publik berbasis respons cepat seperti aplikasi pengaduan masyarakat.
Upaya tersebut, kata dia, menjadi fondasi awal menuju pengembangan kota berbasis sistem cerdas (smart city), yang mencakup digitalisasi layanan, manajemen kota berbasis data, serta integrasi sistem pemerintahan.
Kunjungan ke Yogyakarta dinilai strategis karena kota tersebut telah lebih dahulu mengembangkan sistem layanan publik digital. Melalui pendekatan transfer kebijakan (policy transfer), Palu diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik tanpa harus memulai dari awal.
Selain itu, penguatan jejaring antardaerah juga membuka peluang pengembangan ekonomi digital dan kreatif, termasuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta integrasi pasar antarwilayah.
Yahdi menilai, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci dalam mempercepat transformasi kota di tengah persaingan antarwilayah yang semakin kompetitif.
“Ke depan, kota tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi menjadi kebutuhan untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menyoroti peran kepemimpinan dalam mendorong transformasi tersebut. Menurut dia, keberhasilan pengembangan smart city tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada konsistensi kebijakan dan perubahan budaya birokrasi.
Dengan strategi yang menggabungkan penataan internal dan penguatan jejaring eksternal, Palu dinilai tengah memasuki fase transisi dari kota pascabencana menuju kota masa depan yang modern dan adaptif.
Jika konsistensi kebijakan tetap terjaga, Palu berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia dengan basis tata kelola cerdas dan kolaboratif.
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang








Komentar