MOAIN, Balobe.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1511/Pulau Moa mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Program itu menyasar pembangunan fisik hingga kegiatan sosial di sejumlah desa di Pulau Moa.
Komandan Kodim 1511/Pulau Moa, Letkol Infanteri Nuriman Siswandi, mengatakan pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari tugas TNI dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.
“Program pembangunan di wilayah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk kami TNI,” kata Nuriman saat kegiatan pengawasan dan evaluasi TMMD ke-128 di Balai Desa Moain, Kabupaten Maluku Barat Daya, Rabu, (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 serta Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Menurut dia, program tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan TNI dalam mempercepat pembangunan masyarakat desa.
Fokus Bangun Infrastruktur Dasar
Nuriman mengatakan wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya memiliki tantangan geografis yang berat. Daerah itu terdiri atas 48 pulau, 117 desa, dan satu kelurahan yang tersebar di 17 kecamatan. Sementara Kodim 1511/Pulau Moa hanya memiliki enam Koramil yang tersebar di berbagai pulau.
Karena itu, kata dia, penentuan sasaran TMMD dilakukan berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya serta aspirasi masyarakat yang membutuhkan pembangunan.
“Program ini kami arahkan untuk mempercepat pembangunan daerah. Tahun ini kami tempatkan di Desa Moain, Desa Tounwawan, Desa Persiapan Kiera, dan ada tambahan sasaran over prestasi di Masjid Nurul Imam Kalwedo Tiakur,” ujarnya.
Dalam program fisik TMMD, Kodim 1511/Pulau Moa memprioritaskan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, perbaikan jalan, hingga penyediaan air bersih.
Menurut Nuriman, kondisi sebagian rumah warga di Desa Moain masih memprihatinkan. Banyak rumah tidak memiliki pintu dan jendela layak, serta atap bocor.
“Kami sudah mengerjakan 10 rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni,” katanya.
Selain RTLH, kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama. Saat ini, Desa Moain hanya memiliki satu sumur aktif di bagian utara desa. Sementara satu sumur lain mengalami kerusakan pompa.
Kodim, kata dia, kini membangun tiga sumur bor di sejumlah lokasi. Pembangunan satu sumur di Desa Moain telah mencapai 80 persen dan diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan.
“Air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu kami prioritaskan pembangunan sumur bor,” ujar Nuriman.
Ia mengatakan dua sumur lama yang mengalami kerusakan juga akan direvitalisasi agar kembali berfungsi.
Jalan Desa dan Sekolah Diperbaiki
TMMD ke-128 juga menyelesaikan perbaikan jalan rusak di Desa Moain. Pekerjaan itu telah mencapai 100 persen.
Selain itu, Kodim memperbaiki perpustakaan SD Negeri Moain dengan progres pekerjaan mencapai 43 persen. Lapangan voli sekolah juga ikut direnovasi.
Di luar anggaran utama TMMD, Kodim menjalankan sejumlah sasaran tambahan atau over prestasi. Program itu meliputi perbaikan mesin air bantuan Menteri Pertahanan, pembangunan kandang jepit ternak di lima desa, hingga rehabilitasi Masjid Nurul Imam Kalwedo Tiakur.
Nuriman menargetkan rehabilitasi masjid tersebut rampung sebelum Hari Raya Idul Adha 2026.
“Saya akan selesaikan masjid ini sebelum Idul Adha. Kami juga upayakan selesai sebelum penutupan TMMD,” katanya.
Kodim juga berencana menambah pembangunan MCK di kawasan permukiman dekat lapangan bola Desa Moain.
Penyuluhan Hingga Pekan Budaya
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 menjalankan berbagai program nonfisik. Kegiatan itu meliputi penyuluhan bela negara, bahaya narkoba, pembinaan peternakan, penyuluhan perikanan dan kelautan, hingga pelatihan UMKM desa.
Program lain mencakup pengobatan gratis, pembagian sembako, penanganan stunting, penanaman pohon, pembinaan seni budaya, dan Pekan Budaya Maluku Barat Daya.
Penutupan TMMD rencananya akan dikemas dengan tradisi budaya lokal, termasuk pacuan kuda di kawasan Rumah Singgah bawah Gunung Kerbau.
“Kami juga akan mengundang stasiun televisi nasional untuk membantu mengekspos potensi pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujar Nuriman.
Terkendala Cuaca dan Geografis
Meski begitu, pelaksanaan TMMD di wilayah kepulauan tidak lepas dari hambatan. Nuriman menyebut cuaca dan kondisi geografis menjadi tantangan utama di lapangan.
Namun ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan seluruh dinas terkait yang membantu pelaksanaan program tersebut.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan dinas terkait yang telah membantu dengan sepenuh hati. Koordinasi ini sangat bermanfaat untuk keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya,” katanya.















Komentar