Opini
Home » Berita » Polri Tersandera Korupsi, Reformasi Menyeluruh Mendesak Dilakukan

Polri Tersandera Korupsi, Reformasi Menyeluruh Mendesak Dilakukan

Kasus demi kasus yang melibatkan anggota Polri makin menjauhkan semboyan “melindungi-mengayomi” dari kenyataan. Janji perbaikan internal institusi itu setelah berbagai skandal sebelumnya terbongkar pun belum terlihat hasilnya.

Perkara yang melibatkan Ajun Komisaris Besar Didik Putra Kuncoro dalam jaringan narkotik jenis sabu dan ekstasi hanya contoh terbaru kejahatan di lingkup internal Polri.

Di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kejahatan dengan pola serupa juga terbuka.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Ajun Komisaris Arifan Efendi dan bawahannya menerima setoran sekitar Rp 13 juta per pekan dari bandar narkoba. Polisi berubah fungsi menjadi “pelindung dan pengayom” peredaran narkoba.

Beberapa waktu lalu, skandal serupa bahkan melibatkan perwira tinggi kepolisian: Inspektur Jenderal Teddy Minahasa.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

Ia terlibat jual-beli barang bukti perkara narkoba, yang seharusnya dimusnahkan.

Pengadilan menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat itu.

Istilah “oknum” yang sering dipakai untuk menyebut anggota kepolisian pelaku kejahatan terasa menyesatkan.

Ketika pejabat pemegang kewenangan penindakan terseret kejahatan, persoalannya bukan lagi berkaitan dengan moral individu, melainkan masalah tata kelola institusi.

Apa yang membedakan korupsi personal dengan institusional? Dalam korupsi personal, pelaku menyimpang dari sistem.

Dinas PUTRPKP Kabupaten MBD Bangun SPAM dan Kantor Camat

Dalam korupsi institusional, sistem justru menyediakan ruang bagi penyimpangan. Pelaku bisa dicopot dari posisinya, tapi pola yang korup tetap bertahan.

Dampaknya bukan hanya tetap maraknya peredaran narkotik yang merugikan masyarakat. Legitimasi negara pun terus tergerus karena polisi memegang mandat penegakan hukum.

Ketika aparat masuk ke jaringan kejahatan, batas antara negara dan kriminal menjadi kabur. Di sinilah reformasi menyeluruh di tubuh Polri diperlukan.

BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang

GAMKI- GMKI MBD Dukung Pengembangan Proyek Blok Masela

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement