TIAKUR, Balobe.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama Koordinator Pendamping Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil Provinsi Maluku dan PT Krakatau Steel Tbk melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan SPPG Terpencil di Desa Werwaru, Sabtu (7/3/2026). Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional dalam peningkatan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah terpencil.

Foto: News Pemda
Koordinator Pendamping SPPG Terpencil Provinsi Maluku, Costansius Kolatfeka, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan dapur sehat yang dimulai hari ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat 35 lokasi dapur sehat di Kabupaten MBD yang sudah dan akan dibangun sebagai bagian dari implementasi program tersebut.
“Untuk itu, dibutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari pemerintah daerah maupun masyarakat agar pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Costansius menekankan bahwa keberhasilan program SPPG terpencil sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Dapur sehat ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan pemenuhan gizi yang dapat diakses oleh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat MBD menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pembangunan SPPG terpencil merupakan solusi konkret untuk mengatasi masalah gizi di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
Menurut Bupati, pembangunan SPPG terpencil di Desa Werwaru dan di seluruh Kabupaten MBD diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah MBD.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional atas perhatian dan dukungannya kepada daerah-daerah terpencil seperti MBD. Pemerintah daerah bersama masyarakat siap mendukung dan menyukseskan program ini,” ungkap Bupati.
Bupati Noach menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan gizi. Ia berharap dengan adanya SPPG terpencil, angka stunting dan gizi buruk di MBD dapat ditekan secara signifikan.
Melalui pembangunan SPPG terpencil ini, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat dapat semakin optimal serta berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten MBD. Dapur sehat ini akan menyediakan makanan bergizi bagi kelompok sasaran secara teratur dan berkelanjutan.
Program SPPG terpencil merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional untuk memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau tetap mendapatkan akses terhadap makanan bergizi. Program ini sejalan dengan upaya nasional dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ibadah peletakan batu pertama tersebut dilayani oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Werwaru, Pdt. Julia Kubela, S.Si Teol. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) MBD, Pelaksana Proyek Direktur CV Adelaira Netty D. Akihary, Anggota DPRD MBD Ever Mozes, Koordinator Wilayah SPPG Moa, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Moa, Kepala Desa Werwaru, dan tamu undangan lainnya.
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang
















Komentar