Seputar Maluku
Home » Berita » UPTD KPH MBD: Jaga Hutan Lindung dan Produksi, Hindari Bencana Seperti di Sumatera

UPTD KPH MBD: Jaga Hutan Lindung dan Produksi, Hindari Bencana Seperti di Sumatera

TIAKUR, Balobe.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Maluku Barat Daya (UPTD KPH MBD) memetakan kawasan hutan lindung, hutan produksi, cagar alam, hingga suaka margasatwa di seluruh wilayah MBD. Pemetaan ini menjadi dasar pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus pencegahan kerusakan lingkungan seperti yang terjadi di Pulau Sumatera.

Kepala Seksi Perencanaan UPTD KPH MBD, Hermelina Tuapetel, menjelaskan bahwa kawasan hutan lindung di MBD tersebar di Pulau Wetar, Wetar Barat, Wetar Timur, dan Wetar Utara. Sementara hutan produksi meliputi Pulau Damer, Dawelor-Dawera, Kepulauan Roma, Kisar Utara, Mdona Hyera, Moa Lakor, Pulau Lakor, Pulau Letti, Pulau Marsela, Pulau-pulau Babar, Babar Timur, Pulau-pulau Selatan, Pulau Wetang, serta kawasan Wetar.

Untuk kawasan konservasi, cagar alam di MBD tersebar di Pulau Damer, Dawelor-Dawera, Kepulauan Roma, Kisar Utara, Mdona Hyera, Moa Lakor, Pulau Lakor, Pulau Letti, Pulau Masela, Pulau-pulau Babar, Babar Timur, Pulau-pulau Selatan, Pulau Wetang, dan kawasan Wetar. Kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam berada di Moa Lakor, sedangkan suaka margasatwa ditetapkan di Pulau Wetar.

“Kawasan hutan yang dilindungi itu untuk menjaga tata air penyangga supaya tidak terjadi kekeringan. Sementara untuk hutan produksi bisa diproduksikan kayu seperti jati, linggua, mahoni. Hutan produksi bisa juga produksi hasil hutan bukan kayu seperti madu dan rotan,” jelas Hermelina kepada BalobeNews di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).

Hermelina menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Ia mengingatkan bahwa oksigen yang dihirup sehari-hari berasal dari hutan, sehingga kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberlangsungan hidup generasi mendatang.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

“Kami butuh dukungan masyarakat untuk sama-sama menjaga alam ini tetap lestari dan tetap terjaga karena oksigen berasal juga dari hutan. Jadi penting sekali kerja sama yang baik dari kami pemerintah dan masyarakat bersama-sama bergandengan tangan menjaga hutan tetap lestari dan tetap terjaga untuk keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita,” tegasnya.

Hermelina juga memperingatkan bahaya kerusakan hutan dengan mengambil pelajaran dari kondisi di Pulau Sumatera. Ia tidak ingin bencana ekologis serupa terjadi di Kabupaten MBD.

“Kalau kita tidak menjaga hutan kita, maka bisa saja terjadi seperti di Pulau Sumatera dan tentunya kita tidak mau itu terjadi di Kabupaten MBD. Yang terjadi di Sumatera itu menjadi pelajaran untuk kita. Ke depannya kita akan menjaga hutan dengan baik. Kesalahan orang tua, anak cucu yang akan menanggungnya,” pungkasnya. (*enos) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement