Olahraga
Home » Berita » Perdana di MBD, 227 Atlet Taekwondo Berebut Piala Bupati Cup I

Perdana di MBD, 227 Atlet Taekwondo Berebut Piala Bupati Cup I

Tiakur, Balobe.com – Sebanyak 227 atlet taekwondo dari 12 dojang se-Maluku Barat Daya (MBD) bersaing merebut Piala Bupati Cup I di Gedung Serbaguna, Minggu hingga Selasa (7-9 Desember 2025). Kejuaraan perdana tingkat kabupaten ini mengusung tema “Junjung Tinggi Sportivitas” sekaligus menandai babak baru pengembangan taekwondo di wilayah kepulauan tersebut.

Turnamen yang mempertandingkan kategori Kyorugi (tarung) dan Poomsae (jurus) untuk tingkat Pra-Kadet hingga Senior ini menjadi ajang penjaringan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) 2026. Dari total peserta, 213 atlet berlaga di nomor Kyorugi dan 14 atlet di nomor Poomsae.

“Piala Bupati yang diperebutkan hari ini bukan sekadar simbol, tetapi representasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga, khususnya taekwondo, dari tingkat akar rumput,” ujar Asisten III Setda MBD Yafet Lelatobur yang mewakili Bupati Benyamin Thomas Noach saat membuka kejuaraan.

Yafet menegaskan, pemerintah memberikan dukungan penuh karena olahraga bela diri mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang fundamental. “Olahraga bela diri adalah sekolah kehidupan yang luar biasa. Dia mengajarkan disiplin, keberanian, sportivitas, dan rasa hormat,” katanya.

Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia MBD Richy H. Petrusz mengungkapkan, kejuaraan ini merupakan momen bersejarah. Sejak organisasi resmi berdiri pada 2008 tak lama setelah pembentukan Kabupaten MBD ini adalah kali pertama insan taekwondo di wilayah kepulauan ini menikmati kejuaraan setingkat kabupaten.

Hadianto Bangun Jejaring Percepat Transformasi Kota Palu

“Dalam rentang waktu tersebut, taekwondo Maluku Barat Daya telah mengukir prestasi yang cukup membanggakan bagi daerah tercinta,” kata Richy.

Meski dojang latihan telah tersebar di seluruh wilayah MBD, hanya 12 klub yang berpartisipasi dalam turnamen perdana ini: Dojang Kampung Babar, Kids Star, Luang Sermata, YTA, Vulcano, Tutukratu, Satdam, Spentik, Smantig, Railetti, Olltegar, dan PSDKU MBD.

Richy mengakui pembinaan taekwondo di wilayah kepulauan menghadapi tantangan berat. Koordinasi antar pulau sulit dilakukan, sementara biaya akomodasi membengkak karena melibatkan 120 atlet ditambah manajer, pelatih, wasit, dan orang tua. “Tantangan lain adalah mempertahankan atlet berprestasi. Setelah lulus SMA, mereka harus melanjutkan studi ke luar daerah. Akhirnya, kami harus membina atlet baru lagi,” ujarnya.

Ketua Panitia Sheftian Hendra menjelaskan, kejuaraan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Program Kerja Pengkab Taekwondo Indonesia MBD 2025. Tujuan utamanya adalah menciptakan kompetisi sehat, menjaring atlet terbaik untuk kejuaraan lebih tinggi, memasyarakatkan taekwondo, serta mempererat silaturahmi antarinsan taekwondo di Bumi Kalwedo.

“Kami sangat bangga melaporkan antusiasme peserta dalam kejuaraan perdana ini sangat tinggi,” kata Sheftian.

Kebijakan Konservasi Babar Dinilai Abaikan Nelayan Lokal

Penyelenggaraan kejuaraan ini didukung dana hibah Rp 60 juta dari Pemerintah Kabupaten MBD melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Anggaran digunakan untuk menyediakan matras, alat pelindung, piagam penghargaan, medali, dan trofi bagi para pemenang.

Panitia berharap kejuaraan berlangsung lancar dan melahirkan juara-juara sejati yang siap bersaing di tingkat provinsi dan nasional. “Kami berharap kejuaraan ini dapat berjalan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan melahirkan juara-juara sejati,” pungkas Sheftian. (*Enos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement