Daerah
Home » Berita » Wabup MBD: Sidang Klasis Bukan Rutinitas Seremonial

Wabup MBD: Sidang Klasis Bukan Rutinitas Seremonial

AHANARI, Balobe.com – Wakil Bupati (Wabup) Maluku Barat Daya (MBD) Agustinus Lekwarday Kilikily menegaskan bahwa Sidang Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) harus dimaknai sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi, bukan sekadar rutinitas seremonial. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Ke-13 Klasis GPM Pulau-pulau Babar Timur yang berlangsung di Jemaat GPM Ahanari, Minggu (15/3/2026).

Wakil Bupati MBD Agustinus Lekwarday Kilikily menghadiri Sidang Ke-13 Klasis GPM Pulau-pulau Babar Timur yang berlangsung di Jemaat GPM Ahanari. Expo MBD/Foto: VQ

Wabup Kilikily menegaskan bahwa sidang tidak boleh terperangkap dalam nuansa rutinitas penyelenggaraan persidangan, sehingga melupakan hakikat dan tujuan penting yang ingin dicapai. Menurutnya, perencanaan yang berkualitas lahir dari adanya evaluasi yang komprehensif terhadap kinerja dan program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Saya berharap peserta persidangan dapat mengevaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya serta membedah kelemahan dan kekurangan dari tata pelaksanaan program-program tersebut, sehingga mampu memberikan solusi. Memformulasi program kegiatan baru dengan rencana strategi yang lebih baik sehingga berkolaborasi dengan program pemerintah daerah,” ucapnya. Dikutip Expo MBD

Wabup menekankan pentingnya evaluasi yang jujur dan mendalam terhadap capaian-capaian yang telah diraih maupun kekurangan-kekurangan yang masih ada dalam pelaksanaan program-program gereja. Dengan evaluasi yang baik, diharapkan dapat dirumuskan program-program baru yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia juga mengajak klasis untuk tidak hanya fokus pada urusan internal gereja, tetapi juga melihat bagaimana gereja dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah.

Sumur Bor TMMD Jawab Keluhan Warga Poliwu

Lebih lanjut, Wabup Kilikily menyampaikan bahwa semua capaian pembangunan di Kabupaten MBD sampai saat ini tentu tidak terlepas dari peran positif yang diberikan juga oleh gereja di dalamnya. Ia mengakui bahwa gereja memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini adalah bagaimana keluar dari kemiskinan maupun ketertinggalan di bidang kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya. Tantangan ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk gereja sebagai institusi yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama bersinergi membangun daerah dengan semua potensi yang kita miliki. Harapannya, Klasis GPM Pulau-pulau Babar Timur ada dalam posisi sebagai mitra Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kehidupan yang beradab, bersahabat, serta setara, sejahtera dan adil,” ujarnya.

Wabup berharap bahwa melalui sidang klasis ini, dapat dirumuskan program-program konkret yang tidak hanya bermanfaat bagi jemaat gereja, tetapi juga bagi masyarakat luas di wilayah Babar Timur khususnya dan Kabupaten MBD pada umumnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk berkolaborasi dengan gereja dalam berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Peternak Poliwu Apresiasi Bantuan TMMD Kodim Moa

BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement