TIAKUR, Balobe. com – Satuan PAUD Sejenis (SPS) Tehila menggelar Pentas Seni dan Penamatan Peserta Didik Tahun Ajaran 2025/2026 bertema “Panggung Kecil, Mimpi Besar” di Gedung Serbaguna Kelurahan Tiakur, Senin (15/6/2026). Sebanyak 27 siswa diwisuda dalam penamatan ke-9 sejak lembaga pendidikan milik Jemaat GPM Tiakur ini berdiri pada tahun 2017, membuktikan bahwa keterbatasan gedung tidak menghalangi semangat mendidik generasi berkarakter di wilayah perbatasan.

0-4096×1872-0-0-{}-0-24#
Kepala SPS Tehila, Christalya M. Pical, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama dalam pembentukan anak.
”Gereja dan pemerintah menuntut anak bukan saja pintar tetapi anak yang berkarakter berbudi pekerti. Karena pendidikan karakter itu sangat perlu diutamakan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, pendidikan itu bukan tugas kami sebagai para guru tetapi juga tugas orang tua,” ujarnya.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Moa, Sandra Lewerissa, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras SPS Tehila dalam mendidik anak-anak.
”Pentas seni yang ditampilkan hari ini merupakan wujud bahwa pendidikan bukan hanya mengembangkan kemampuan akademik tetapi juga kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri,” katanya.
Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Daud Reimialy, mengapresiasi momen bersejarah ini sekaligus menyoroti perjalanan panjang SPS Tehila sejak berdiri.
”Hari ini merupakan hari istimewa bukan hanya bagi anak-anak yang menamatkan pendidikan di SPS Tehila tetapi bagi orang tua, seluruh guru, dan semua warga Jemaat GPM Tiakur yang selama ini telah memberikan perhatian dan dukungan bagi terlaksananya pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
Ia memaparkan perjalanan SPS Tehila yang penuh dedikasi meski dalam keterbatasan.
”SPS Tehila merupakan lembaga pendidikan milik Jemaat GPM Tiakur yang didirikan pada tahun 2017. Sejalan berdirinya SPS Tehila telah melaksanakan penamatan sebanyak 8 kali dan hari ini kita bersyukur dapat melaksanakan penamatan yang ke-9. Perjalanan ini tentu bukan perjalanan yang mudah namun berkat pertolongan Tuhan, dukungan orang tua, dedikasi para guru, dan perhatian jemaat, SPS Tehila mampu menunjukkan prestasi yang baik dan membanggakan,” jelasnya.
Ia juga menyentuh persoalan infrastruktur yang masih menjadi tantangan besar SPS Tehila.
”Kita menyadari bahwa sampai saat ini SPS Tehila belum memiliki gedung yang permanen yang memadai, namun keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan diri,” tegasnya.
Ketua Komite SPS Tehila, Novita Wakim, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan SPS Tehila.
”Kami menyampaikan terima kasih untuk semua dukungan yang telah dilakukan oleh semua pihak untuk perkembangan Tehila. Terlebih khusus orang tua yang mempercayakan anak-anak untuk dididik di SPS Tehila. Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru yang terus setia mendidik dan mengasuh anak-anak yang ada di SPS Tehila sehingga menghasilkan anak-anak yang berprestasi,” ujarnya.
Perwakilan orang tua, Remon, turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada para pendidik yang telah mengabdikan diri.
”Hari ini tentu merupakan momen yang bersejarah dalam kehidupan kita baik itu bagi kita orang tua dan lebih penting bagi anak-anak kita. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih untuk para guru yang sudah mendidik dan mengasuh anak-anak SPS Tehila,” pungkasnya. (enos)




























Komentar