Budaya Pendidikan
Home » Berita » Anak PAUD Gugus 1 Kalwedo Moa Barat Tampilkan Kreativitas Budaya Daerah

Anak PAUD Gugus 1 Kalwedo Moa Barat Tampilkan Kreativitas Budaya Daerah

TIAKUR, Balobe.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gugus I Kalwedo Moa Barat menggelar Pentas Seni Budaya Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Kelurahan Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Senin, (8/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Anak Kreatif, Ceria, dan Berkarakter, Cinta Budaya Maluku Barat Daya” itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Barat Daya yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Andris Y. Ketiaru. Dalam sambutan tertulis Kepala Dinas yang dibacakannya, Andris menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinas tidak dapat hadir lantaran sedang menjalani cuti.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Gugus I Kalwedo Moa Barat, panitia, tenaga pendidik, serta orang tua yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami memberikan penghargaan kepada Pengurus Gugus I Kalwedo Moa Barat serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan pentas seni ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Andris.

Kasdam: Batalyon Teritorial MBD Percepat Pembangunan Daerah

Menurut dia, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan pendidikan saat ini yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Sebanyak 12 lembaga PAUD di Kecamatan Moa Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas TK Mentari Kaiwatu, PAUD Mentari Kaiwatu, TK Pelita Kasih, TK Hati Bunda, SPS Tehila, TK Elina, TK Anugerah Tiakur, TK Pembina Tiakur, TK Kalwedo, TK Ilwiarwatumerah Wakarlely, TK Geparok Patty, dan lembaga PAUD lainnya di wilayah Gugus I Kalwedo Moa Barat.

Beragam penampilan ditampilkan para peserta, mulai dari peragaan busana adat, solo vokal, paduan suara, pembacaan puisi, hingga tarian tradisional khas Maluku Barat Daya. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang memadati lokasi kegiatan.

Andris mengatakan, kegiatan seni budaya seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak pada masa usia dini atau yang dikenal sebagai masa keemasan. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut juga melatih keberanian tampil di depan umum serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak. Menurut dia, terdapat empat isu penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni pendidikan usia dini yang berkualitas, penguatan kerja sama antara sekolah dan orang tua, pendampingan penggunaan teknologi digital, serta pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan globalisasi.

Bupati MBD Kawal Verifikasi 14 Desa Persiapan ke Jakarta

“Anak-anak membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga dan sekolah agar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya daerah,” ujarnya.

Kepada para peserta didik, Andris memberikan motivasi agar tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama kegiatan berlangsung.

“Bernyanyilah dengan gembira, menarilah dengan semangat, dan buktikan bahwa anak-anak Maluku Barat Daya adalah generasi yang hebat, kreatif, dan penuh potensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Maria Etwiory, mengatakan pentas seni budaya tersebut diselenggarakan sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak sekaligus mempererat hubungan antar-satuan pendidikan PAUD di Kecamatan Moa Barat.

Menurut Maria, kegiatan itu juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak dini, seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.

Kasus Dugaan Pencabulan Anak Masuki Tahap Krusial

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitas kepada anak-anak sejak dini. Pendanaan kegiatan berasal dari hasil penggalangan dana dan sumbangan sukarela dari berbagai pihak,” ujar Maria.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement