Daerah
Home » Berita » Reses Yan Z Noach Fokus Perkuat SDM Koperasi

Reses Yan Z Noach Fokus Perkuat SDM Koperasi

Tiakur, BalobeNews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Barat Daya dengan fokus utama penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola Koperasi Merah Putih. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Dinas PMD Kabupaten MBD, Tiakur, Senin (15/9/2025) ini menghadirkan tiga narasumber praktisi yang memberikan materi pengelolaan koperasi.

Reses kali ini mengangkat tiga materi strategis yakni Manajemen Dasar Pengelolaan Koperasi oleh Fredy Talapesy, Pengembangan Bisnis Koperasi Desa Merah Putih dengan tema “Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi, Memperluas Akses Pasar & Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah” oleh Samson R. Atapary, Founder & Owner Kamboti Rempah Maluku, serta materi Pembendaharaan Koperasi oleh Amir Buton, Fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang juga praktisi Akuntansi.

Politisi PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya pendekatan praktis dalam pengembangan koperasi. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan SDM pengelola koperasi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Pulau Moa dan Pulau Letti.

“Reses kali ini memang suasananya sedikit berbeda di Pulau Moa yang beta libatkan juga dari Letti, kita lebih fokus di Koperasi Merah Putih karena bahwa koperasi ini ada berkat besar di sana tapi bagaimana kita mendapatkan berkat itu,” ujar Yan Zamora Noach kepada BalobeNews saat diwawancarai.

Kapolres MBD Hadiri Pelantikan Tiga Penjabat Kepala Desa

Anggota dewan ini menegaskan bahwa pengembangan koperasi memerlukan kesiapan matang baik dari sisi potensi maupun sumber daya manusia. Sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas SDM pengelola koperasi.

“Harus ada upaya, harus ada kesiapan yang matang baik dari sisi potensi maupun sumber daya manusia yang kita siapkan dan masalah terbesar adalah SDM pengelola koperasi,” jelasnya.

Yan Z Noach yang akrab di sapa Yani Noach itu menyampaikan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Provinsi dan Kabupaten dalam merencanakan skema pendampingan dan peningkatan kualitas SDM. Selain isu koperasi, reses ini juga menyentuh permasalahan lain seperti air bersih, pertanian, dan perikanan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat MBD.

Strategi pengembangan yang diusung fokus pada inventarisasi potensi dan membangun jaringan bisnis yang kuat di luar desa bahkan di luar Kabupaten MBD. Hal ini dinilai krusial mengingat keterbatasan jumlah penduduk di masing-masing desa yang berimplikasi pada terbatasnya perputaran uang jika bisnis hanya berputar secara internal.

“Kita harus menginventarisir potensi yang ada kemudian membangun jaringan bisnis yang baik di luar dari desa maupun di luar Kabupaten MBD sehingga bisa mendatangkan keuntungan besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan Penjabat Kepala Desa Dorong Tata Kelola

Dalam kesempatan yang sama, Samson R. Atapary menjelaskan konsep bisnis Kamboti Rempah Maluku yang berperan sebagai penghubung antara petani dengan pabrik. Tujuannya adalah membantu petani mendapatkan harga yang layak atas komoditas yang dihasilkan.

“Tujuan utama Kamboti ini adalah membantu petani untuk mendapat harga yang baik atas komoditas yang mereka hasilkan sehingga dalam fungsi bisnis Kamboti Rempah Maluku ini berfungsi sebagai off taker,” kata Atapary.

Mantan Anggota DPRD Provinsi dua periode ini menawarkan konsep konsolidasi komoditas dari seluruh koperasi dengan target minimal satu kontainer 20 kaki untuk diperdagangkan langsung ke Surabaya, mengingat kota tersebut merupakan pusat sembako termurah.

Sementara itu, Amir Buton menekankan pentingnya pemahaman tentang pembuatan laporan keuangan dan proses pengambilan dana kredit usaha di bank yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, ada dua hal krusial yang perlu dipersiapkan: SDM pengurus koperasi dan kelembagaan dalam bentuk sumber daya manusia.

“Sebenarnya yang perlu ditekankan cuman dua hal, negara sudah siapkan peluang tinggal bagaimana kita menyiapkan SDM pengurus Koperasi di Maluku Barat Daya,” ujar Buton.

SPBU Sumber Mas Manise Terima 155 Ton BBM

Praktisi akuntansi ini juga menyoroti pentingnya identifikasi komoditas unggulan setiap desa, mengingat potensi alam dan keunggulan komparatif yang berbeda-beda. Dari data yang ada, bisnis kopra dan arang tempurung menjadi komoditas potensial yang bisa dikembangkan.

Reses ini dihadiri berbagai elemen masyarakat termasuk Pengurus dan Kader GMNI Kabupaten MBD, Pengurus dan Kader GMKI, Pengurus dan Anggota AMGPM Daerah Lemola, Pengurus dan Kader AMGPM Cabang Eliora Tiakur, Para Kepala Desa, Camat Pulau Letti, Camat Pulau Moa, serta tamu undangan lainnya. (EW-26)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement