TIAKUR, Balobe.com – DINAS Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Maluku Barat Daya berhasil menyelesaikan lima dari tujuh proyek pembangunan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025. Total anggaran yang terserap mencapai Rp10,5 miliar untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan dapur sehat, kantor Capil, dan lima Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Jasa Konstruksi Dinas PUTRPKP MBD, Karsany Leunufna, merinci bahwa lima proyek telah rampung 100 persen, yakni pembangunan dapur sehat senilai Rp1,5 miliar, pembangunan kantor Capil senilai Rp1,5 miliar, pembangunan SPAM di Pulau Kisar Desa Abusur Kecamatan Kisar Selatan senilai Rp1,7 miliar, pembangunan SPAM di Desa Letwurung Kecamatan Babar Timur senilai Rp1,5 miliar, dan pembangunan SPAM di Desa Wakpapapi Kecamatan Babar Timur senilai Rp. 2 miliar.
“Pekerjaan di tahun 2025 menggunakan dana DAK, di antaranya pembangunan dapur sehat sudah rampung selesai 100 persen, pembangunan kantor Capil rampung selesai 100 persen, dan tiga pembangunan SPAM di Abusur, Letwurung, dan Wakpapapi juga sudah rampung 100 persen,” jelas Leunufna kepada Balobe.com di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Sementara itu, dua proyek SPAM lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Pembangunan SPAM di Desa Kaiwatu, Kecamatan Moa, senilai Rp1,7 miliar telah mencapai progres 95 persen, begitu pula dengan pembangunan SPAM di Desa Kokwari, Kecamatan Babar Timur, senilai Rp 2 miliar yang juga mencapai 95 persen.
Karsany menjelaskan bahwa pembangunan dapur sehat dan kantor Capil menggunakan dana DAU, sementara kelima pembangunan SPAM menggunakan dana DAK. Seluruh proyek SPAM dikerjakan oleh lima perusahaan berbeda, yakni CV Gren Shines Bright untuk Desa Abusur, CV Nisa Sabayan Pratama untuk Desa Kaiwatu, CV Anggun Setia untuk Desa Kokwari, CV Viertri Sejati untuk Desa Letwurung, dan CV Crimenzia untuk Desa Wakpapapi.
“Pembangunan dapur sehat dan kantor Capil menggunakan dana DAU, sementara pembangunan SPAM menggunakan dana DAK,” jelasnya. (*enos)















Komentar