Ekonomi Nasional
Home » Berita » Kontroversi Pidana Pengoplosan Beras: Penindakan Populis atau Solusi Struktural?

Kontroversi Pidana Pengoplosan Beras: Penindakan Populis atau Solusi Struktural?

Tiakur, BalobeNews.com – Langkah Pemerintah mempidanakan Pengoplosan beras menyingkap tabir rapuhnya tata niaga pangan Nasional yang timpang dan tak berpihak kepada keadilan.

 

Alih-alih mengurai akar persoalan seperti harga dan distribusi beras yang timpang, negara mengambil jalan pintas dengan menghukum pedagang kecil yang mengoplos beras medium dan premium demi bertahan di pasar yang tidak sehat.

 

Penindakan sah secara hukum belum tentu adil secara sosial. Apalagi pelaku yang disasar hanya usaha kecil dan menengah.

Investasi Energi Masuk KEK Palu Dorong Industri

 

Kebijakan pangan yang hanya berpijak pada penindakan berisiko menciptakan instabilitas baru.

 

Penangkapan demi penangkapan bisa mengguncang kepercayaan pasar, menaikan harga, dan pada akhirnya menghantam konsumen.

 

Stok Energi Aman Harga BBM Stabil 2026

Kriminalisasi terhadap pelaku usaha kecil dan menengah tanpa memperbaiki tata niaga hanya akan memperburuk ketidakpastian pangan.

 

Pemerintah perlu meninjau tata kelola distribusi beras, memastikan harga gabah yang menguntungkan petani, serta menjaga keterjangkauan beras untuk konsumen.

 

Penegakan hukum boleh berjalan, tapi kebijakan pangan tidak boleh mandek.
Penindakan hukum yang terburu-buru tanpa diiringi pembenahan tata niaga pangan berpotensi menciptakan kepanikan baru di tengah masyarakat, mengingat beras menyangkut hajat hidup orang banyak.

Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia

 

Tidak cukup sekedar langkah populis dengan mengedepankan upaya represif, komoditas strategis ini memerlukan kebijakan yang masuk akal, adil, dan berpihak kepada kepentingan orang banyak.

Penulis: Nadlyne

Editor: Enos

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement