TOUNWAWAN, Balobe.com – Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menunjukkan kekayaan budaya daerah melalui lomba tradisional pacuan kuda dan pentas kerbau yang digelar di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Rabu (20/5/2026). Kegiatan budaya tersebut dinilai menjadi salah satu aset unggulan pariwisata daerah karena memiliki keunikan yang jarang ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto yang hadir langsung menyaksikan kegiatan itu mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat serta nilai budaya yang ditampilkan dalam perlombaan tradisional tersebut.
Menurut Pangdam, pacuan kuda dan pentas kerbau tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat Maluku Barat Daya yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena memiliki nilai budaya dan potensi wisata yang besar. Ini bisa menjadi kekuatan daerah dalam menarik perhatian wisatawan,” ujar Dody Triwinarto di lokasi kegiatan.
Ia menilai tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau merupakan budaya khas yang memiliki daya tarik tersendiri apabila dikemas secara lebih profesional dan terarah.
Karena itu, Pangdam berharap ke depan dilakukan evaluasi terhadap skema dan mekanisme perlombaan agar pelaksanaan kegiatan semakin baik serta mampu berkembang menjadi agenda wisata budaya tahunan di Kabupaten MBD.
“Dengan pengelolaan yang baik, pacuan kuda tradisional dan pentas kerbau bisa menjadi daya tarik unggulan untuk mendukung promosi pariwisata daerah,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan budaya tersebut merupakan hasil kerja sama Kodim 1511/Pulau Moa bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya dalam rangka mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti peserta dari berbagai wilayah serta disaksikan ratusan warga yang memadati lokasi perlombaan.
Pacuan kuda dipertandingkan dalam dua kategori, yakni kategori remaja dan dewasa. Pembagian kategori itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda maupun peserta dewasa ikut berpartisipasi menjaga tradisi budaya daerah.
Selain menjadi bagian dari hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata di wilayah Maluku Barat Daya.
Menurut Pangdam, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya seperti pacuan kuda dan pentas kerbau menunjukkan masih kuatnya semangat menjaga warisan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap budaya lokal di Kabupaten MBD dapat terus dipromosikan hingga dikenal di tingkat nasional bahkan internasional sebagai salah satu identitas daerah kepulauan di wilayah timur Indonesia.
*BN-01



















Komentar