TIAKUR, Balobe.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Barat Daya bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah milik Yandri Letelay di Desa Wakarleli, Kecamatan Pulau Moa, Jumat dini hari (3/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena pemilik rumah dan keluarganya sedang berada di Pulau Kisar, namun rumah mengalami kerusakan berat dengan hampir seluruh bangunan hangus terbakar.
Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bersama personel Satreskrim Polres MBD langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas segera memasang garis polisi serta mengamankan area kebakaran, sementara Tim Identifikasi Satreskrim melaksanakan olah TKP secara cermat dan profesional.
Berdasarkan keterangan saksi Fredrik Manaha (55), kebakaran pertama kali diketahui setelah anaknya, Adirai Manaha (14), yang hendak ke kamar mandi, melihat kobaran api telah membakar rumah korban. Setelah keluar rumah, saksi melihat api telah membesar pada bagian samping rumah dan segera membangunkan tetangganya, Jemris Letelay, yang rumahnya berdempetan dengan rumah korban agar segera menyelamatkan diri.
Sementara itu, saksi Serli Wirtha (48) menerangkan bahwa dirinya baru saja pulang dari rumah pasien sekitar pukul 02.00 WIT. Tidak lama kemudian ia mendengar suara benturan pada seng dan kayu sebelum akhirnya mendengar teriakan yang memberitahukan adanya kebakaran. Dengan keberanian, ia sempat memasuki rumah melalui pintu belakang untuk menyelamatkan sejumlah dokumen penting milik korban sebelum api semakin membesar.
Keterangan serupa juga disampaikan Jemris Letelay (46) yang merupakan saudara kandung pemilik rumah. Ia menyebut bahwa setelah dibangunkan, bersama istrinya masuk melalui pintu belakang untuk menyelamatkan surat-surat penting sebelum kemudian bersama warga bergotong royong memadamkan api menggunakan ember sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran yang tiba sekitar pukul 03.00 WIT.
Kasat Reskrim Polres MBD, IPTU Fransiskus Frans, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan secara profesional.
”Kami telah melakukan olah TKP secara menyeluruh, mengamankan lokasi, mendokumentasikan seluruh kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi. Setiap petunjuk yang ditemukan akan dianalisis secara objektif dan ilmiah sehingga penyebab kebakaran dapat diketahui secara pasti. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena proses penyelidikan masih berlangsung,” terangnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap membantu proses pemadaman.
”Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang dengan cepat memberikan informasi kepada pihak kepolisian serta bergotong royong membantu memadamkan api. Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari setiap musibah,” ujarnya.
Kapolres juga menegaskan komitmen Polres MBD dalam mengusut setiap peristiwa secara profesional dan transparan.
”Kami memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Untuk peristiwa kebakaran ini, Satreskrim sedang bekerja mengumpulkan fakta-fakta di lapangan guna mengetahui penyebab sebenarnya. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama.
Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres MBD masih terus melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi, analisis hasil olah TKP, serta pengumpulan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran yang menghanguskan rumah Yandri Letelay di Desa Wakarleli tersebut. (enos)





Komentar