Daerah
Home » Berita » Werwaru Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Kebun Raya dan Walang Tradisional

Werwaru Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Kebun Raya dan Walang Tradisional

Werwaru, Balobe.com – Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, membuktikan bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat mampu memperkuat ketahanan pangan lokal. Melalui pembangunan Kebun Raya Werwaru dan Walang tradisional, desa di wilayah perbatasan ini menggabungkan semangat gotong royong dengan program kemandirian pangan nasional.

Kepala Desa Werwaru Elias Tenggawna menegaskan bahwa pembangunan kebun raya bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk konkret pemberdayaan masyarakat. Dalam rilis yang diterima Redaksi BalobeNews, Senin (20/10/2025), ia menjelaskan bahwa kebun ini mengembangkan berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman obat keluarga secara terpadu. Walang atau rumah adat yang berdiri di tengah kebun menjadi pusat kegiatan sosial dan musyawarah warga, sekaligus simbol persatuan antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan pembangunan melibatkan seluruh elemen desa mulai dari aparat pemerintah, Babinsa dan Babinkamtibmas, tokoh adat, hingga kaum muda dan perempuan. Setiap warga merasa memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus melestarikan budaya lokal. Program ini juga membuka lapangan kerja bagi warga setempat, terutama di sektor pertanian dan pengelolaan kebun.

Kebun Raya Werwaru dirancang sebagai pusat edukasi dan produksi pertanian yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Berbagai jenis tanaman lokal seperti singkong, jagung, kacang tanah, dan sayuran hijau dibudidayakan dengan metode pertanian organik. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Kebun raya juga difungsikan sebagai ruang belajar bagi pelajar dan masyarakat umum. Mereka diajak memahami pentingnya diversifikasi pangan dan cara mengelola lahan secara berkelanjutan. Sebagian hasil kebun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kegiatan sosial desa, menunjukkan bahwa ketahanan pangan juga tentang pemerataan hasil dan solidaritas sosial.

Henike Pattiwael Terpilih Pimpin AMGPM Ranting Nazareth

Di tengah kebun yang hijau, berdiri megah Walang Tradisional Werwaru yang dibangun melalui kerja sama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat. Walang berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat, tempat musyawarah desa, upacara adat, dan pembelajaran nilai-nilai tradisi.

Menurut tokoh adat Werwaru, keberadaan walang memberikan sentuhan spiritual pada setiap kegiatan pembangunan. Setiap rapat, panen, atau kegiatan sosial biasanya diawali dengan doa bersama di dalam walang sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan kedamaian yang dijaga bersama. Walang juga menjadi daya tarik wisata budaya bagi pengunjung yang ingin mengenal kehidupan tradisional masyarakat Werwaru.

Masyarakat sangat berharap mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Maluku Barat Daya dan kementerian terkait. Bantuan berupa bibit tanaman, alat pertanian, serta pelatihan diberikan untuk mempercepat pengembangan lahan. Pemerintah menilai Werwaru sebagai contoh nyata implementasi program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Pemerintah juga mendorong pengelolaan kebun secara digital untuk memantau hasil dan memperluas jangkauan pemasaran. Produk hasil kebun raya mulai diperkenalkan ke pasar lokal dan antar-desa, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru seperti pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah.

Dampak ekonomi mulai terasa di kalangan petani kecil dan keluarga muda. Pendapatan meningkat, dan masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Ketua PKBLS Desak Polres MBD Usut Penebangan Santigi Ilegal

“Kebun raya juga menjadi sarana menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada generasi muda Werwaru,” ujar Ketua Pemuda Desa Werwaru Sefanya Sairiltiata.

Pembangunan Kebun Raya dan Walang di Desa Werwaru menjadi tonggak penting menuju desa mandiri pangan dan budaya. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga lokal menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada dana, tetapi juga pada semangat kebersamaan.

Kebun raya menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala kecil dengan mengoptimalkan potensi lokal. Sementara itu, walang tradisional mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman. Program ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Werwaru untuk tetap mencintai tanah dan warisan leluhur mereka.

Ke depan, pemerintah desa berkomitmen menjadikan Werwaru sebagai desa percontohan ketahanan pangan dan pelestarian budaya di wilayah Maluku Barat Daya. Dengan semangat gotong royong yang terus hidup, Werwaru membuktikan bahwa desa di wilayah perbatasan pun mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. (BN-26)

AMGPM Ranting Nazareth Gelar Rapat Ranting Ke-V

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement