Daerah
Home » Berita » Kemensos RI Salurkan Bantuan Atensi untuk 94 Penyandang Disabilitas di MBD

Kemensos RI Salurkan Bantuan Atensi untuk 94 Penyandang Disabilitas di MBD

Foto: Diskominfostaper Kab.MBD

Tiakur, Balobe.com – Kementerian Sosial melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 94 penyandang disabilitas di tiga kecamatan terpencil, yakni Moa, Letti, dan Lakor, Jumat (24/10/2025). Program ini menjadi wujud komitmen negara menjangkau kelompok rentan di wilayah kepulauan yang sulit diakses.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten MBD. Pj. Sekretaris Daerah Daud Reimialy, Kepala Dinsos PPPA Yafet Lelatobur, serta Ketua Pelaksana dari Sentra Wahana Bahagia Ternate, Tribudi Bahari Syam, hadir dalam acara tersebut.

Bantuan Atensi yang disalurkan mencakup alat bantu disabilitas, pemenuhan kebutuhan hidup layak, pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan sosial, serta dukungan usaha ekonomi produktif. Penerima manfaat terdiri dari penyandang disabilitas fisik, mental, dan daksa yang tersebar di wilayah kepulauan terluar Indonesia bagian timur.

Henike Pattiwael Terpilih Pimpin AMGPM Ranting Nazareth

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten MBD Daud Reimialy menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian Kementerian Sosial terhadap warga penyandang disabilitas di daerah terpencil. Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar dukungan material, melainkan bukti kehadiran negara yang menjamin kesetaraan hak tanpa diskriminasi.

“Saudara-saudara penyandang disabilitas memiliki potensi besar. Dengan kesempatan yang setara, mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Reimialy

Ia mengajak masyarakat menciptakan lingkungan ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Daud berharap program sosial seperti ini dapat menjangkau wilayah lebih luas, tidak hanya tiga kecamatan yang saat ini menerima bantuan.

“Harapan kami, ke depan bukan hanya tiga kecamatan yang menerima bantuan sosial, tetapi seluruh kecamatan di Kabupaten MBD agar manfaatnya dirasakan secara merata,” tambahnya.

Kepala Dinsos PPPA Yafet Lelatobur menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah memperkuat sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Program Atensi bertujuan meningkatkan kemandirian sosial dan kesejahteraan penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya.

Ketua PKBLS Desak Polres MBD Usut Penebangan Santigi Ilegal

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Penyandang disabilitas bukanlah objek belas kasihan, tetapi subjek pembangunan yang memiliki potensi besar,” tegas Lelatobur.

Ia mengapresiasi para pendamping sosial dan petugas lapangan yang bekerja keras menyalurkan bantuan di tengah tantangan geografis daerah kepulauan. Lelatobur meyakini bantuan yang diberikan dapat meningkatkan kemandirian penerima manfaat dalam jangka panjang.

Tribudi Bahari Syam menjelaskan, kegiatan ini bagian dari rangkaian Bakti Sosial Penyaluran Bantuan Atensi di seluruh wilayah kerja Sentra Wahana Bahagia Ternate yang mencakup Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Kementerian Sosial memberikan bantuan dengan berbagai kategori, termasuk untuk penyandang disabilitas, ODHIV, penyandang NAPZA, lansia terlantar, anak terlantar, serta kelompok rentan lainnya.

Khusus untuk Kabupaten MBD, bantuan diberikan kepada 94 orang dengan klasifikasi disabilitas fisik, mental, dan daksa. Jenis layanan yang disalurkan meliputi pemenuhan kebutuhan hidup layak, pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan sosial, dan layanan psikososial lingkungan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus memperbarui data sosial dan kesehatan, serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap sesama,” ajak Tribudi.

AMGPM Ranting Nazareth Gelar Rapat Ranting Ke-V

Pemerintah pusat dan daerah lanjutnya berkomitmen terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat penyandang disabilitas. Melalui program Atensi, Kabupaten MBD diharapkan dapat menjadi daerah yang inklusif, sehat, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat,” tutup Tribudi. (BN-26)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement