Babar Barat, BalobeNews.com – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi, memimpin pertemuan evaluasi mendesak dengan para guru, siswa, dan elemen masyarakat di Kecamatan Tepa, Pulau Babar Barat, Rabu (18/9/2025). Pertemuan ini digelar menyusul insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa akibat konsumsi makanan dari program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkat Harmony Babar.
Insiden keracunan tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan sehat bergizi yang belum memenuhi standar sterilisasi. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan orang tua dan tenaga pendidik mengenai keamanan program pemberian makanan bergizi di sekolah-sekolah wilayah tersebut.
Program SPPG yang dikelola Yayasan Berkat Harmony Babar merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah di daerah terpencil. Namun, kejadian keracunan ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem kontrol kualitas dan sterilisasi makanan yang disajikan kepada para siswa.
Dandim 1511/Pulau Moa mengawali pertemuan dengan menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian yang menimpa anak-anak sekolah. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa tidak boleh dikompromikan demi apapun, termasuk dalam program yang bertujuan baik seperti pemenuhan gizi.
“Keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama kita. Insiden keracunan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap kualitas dan sterilisasi makanan yang disajikan,” tegas Letkol Inf Nuriman Siswandi dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan evaluasi ini berlangsung dalam format diskusi terbuka yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Para guru menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai dampak psikologis pada siswa yang mengalami keracunan, sementara perwakilan orang tua menuntut transparansi dalam proses penyediaan makanan.
Pihak pendamping program makanan bergizi (MBG) turut hadir untuk memberikan penjelasan teknis mengenai proses pengolahan dan distribusi makanan. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam prosedur sterilisasi dan berkomitmen melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.
Berbagai masukan konstruktif muncul dari peserta pertemuan, mulai dari usulan peningkatan pelatihan bagi petugas dapur, pengetatan standar operasional prosedur (SOP), hingga pembentukan tim pengawas independen yang melibatkan perwakilan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat.
Yayasan Berkat Harmony Babar sebagai pengelola program SPPG menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam proses evaluasi menyeluruh. Mereka berjanji akan meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan sesuai dengan rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan evaluasi.
Dandim 1511/Pulau Moa menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak terkait dalam memastikan program makanan sehat bergizi dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Ia juga menggarisbawahi bahwa TNI siap memberikan dukungan pengawasan dan pembinaan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pertemuan menghasilkan beberapa rekomendasi konkret, antara lain pembentukan tim audit berkala, peningkatan fasilitas dapur sesuai standar kesehatan, pelatihan intensif bagi petugas pengolah makanan, serta penyusunan protokol darurat jika terjadi insiden kesehatan pada siswa.
Para peserta sepakat bahwa program pemberian makanan bergizi tetap perlu dilanjutkan mengingat pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak-anak di daerah terpencil. Namun, aspek keamanan dan kualitas harus menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar-tawar.
Evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat menghasilkan sistem penyediian makanan yang lebih aman dan berkualitas, sehingga kejadian keracunan serupa tidak terulang di kemudian hari. Program SPPG yang telah diperbaiki diharapkan dapat kembali memberikan manfaat optimal bagi para siswa dengan jaminan keamanan yang terjaga.




























Komentar