Tiakur, Balobe.com – Kepala Puskesmas Ahanari, Imanuelita Uknawekly, membantah keras tudingan tidak berperikemanusiaan yang dilontarkan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya, Winnetou Akse alias Koko Akse. Tudingan tersebut menyusul viralnya video di media sosial yang menyebut Unawekly melarang petugas mengantar pasien rujukan hingga harus diturunkan di Pelabuhan Tepa.
Dalam video yang diunggah di akun Facebook pribadinya, dan viral di beberapa grub Facebook Koko Akse meminta Bupati Maluku Barat Daya mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Puskesmas Ahanari. Anggota dewan itu menuding Unawekly tidak mengizinkan pegawai puskesmas mengantar pasien rujukan ke RSUD Tiakur, sehingga pasien terpaksa diturunkan di Pelabuhan Tepa.
Menanggapi tuduhan tersebut, Imanuelita Uknawekly melalui klarifikasi tertulis yang diterima redaksi BalobeNews, Minggu (14/12/2025), memaparkan kronologi sebenarnya. Menurutnya, pasien bernama Ega Nahumury tidak pernah dirawat di Puskesmas Ahanari, melainkan ditangani di rumah oleh perawat Yunilda Tampaty tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala Puskesmas.
“Saya baru mendapat informasi tentang pasien tersebut saat pasien sudah di atas kapal. Saya kemudian menelepon perawat yang bersangkutan, Yunilda Tampaty, untuk bertanggung jawab terhadap pasien tersebut,” ungkap Unawekly dalam klarifikasinya.
Unawekly menjelaskan, setelah pasien berangkat bersama perawat Yunilda, Koko Akse menelepon salah satu bidan melalui WhatsApp dan menekan Bidan Esy untuk menggantikan Yunilda mengantar pasien. Namun, Unawekly menolak permintaan penggantian petugas dengan alasan pasien yang dirujuk adalah pasien umum, bukan pasien KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
“Mengapa harus ganti petugas, mengingat tenaga perawat di Puskesmas Ahanari sangat kurang. Suster Yuni sudah di kapal, dia yang harus bertanggung jawab mengantar pasien sampai ke Moa,” tegasnya.
Kepala Puskesmas Ahanari itu juga mempertanyakan tuduhan dalam postingan Koko Akse. Ia menyebut video yang diunggah justru memperlihatkan Perawat Yunilda sedang memegang tangan pasien di kapal untuk turun ke speedboat di Pelabuhan Tepa.
“Kalau dalam postingan Bapak Dewan mengatakan saya tidak mengizinkan petugas untuk mengantar pasien, sementara dalam video yang diposting itu ada Suster Yuni yang memegang tangan pasien di kapal,” bantah Unawekly. (*Enos)









Komentar