Werwaru, Moa, BalobeNews.com – Upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah kepulauan terus digencarkan. Salah satu langkah inspiratif datang dari Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, yang baru-baru ini meresmikan program Kebun Raya Desa Werwaru.
Program ini digagas sebagai jawaban atas tantangan pangan yang kerap melanda masyarakat setempat serta menjawab Asta Cita Prabowo-Gibran yaitu Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, serta Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Lahan tidur seluas sekitar 3 hektar kini disulap menjadi perkebunan produktif yang ditanami berbagai komoditas pangan, mulai dari jagung, ubi, hingga sayuran hortikultura. Program ini digerakkan oleh sinergi antara pemerintah desa, pemuda, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta didukung aparat TNI–Polri (Babinsa dan Babimkabtibmas) yang ikut bergotong royong membuka lahan.
Kepala Desa Werwaru, Elias Tenggawna, menuturkan bahwa gagasan membangun kebun raya lahir dari musyawarah desa. Hal ini sesuai dengan VISi dan Misi Kepala Desa, oleh sebab itu Warga mengusulkan agar lahan kosong yang selama ini terbengkalai bisa dimanfaatkan secara kolektif.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi kesulitan bahan pangan ketika musim kemarau panjang. Dengan kebun ini, kita menanam jagung, ubi, dan sayuran agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini adalah langkah kemandirian sekaligus menjaga ketahanan pangan desa,” katanya.
Proses pembukaan lahan hingga pembajakan perdana dilakukan dengan cara bergotong royong. Tidak hanya bapak-bapak dan ibu-ibu, para pemuda desa juga ambil bagian aktif. Mereka menganggap program ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam menjaga masa depan desa.
Ketua Pemuda Desa Werwaru, Sefanya Sairiltiata menegaskan bahwa kaum muda siap menjadi garda terdepan dalam mendukung program kebun raya.
“Anak-anak muda tidak boleh tinggal diam. Kami bersama-sama turun tangan, mulai dari menebas rumput, mengolah tanah, sampai nantinya menanam bibit. Selain membantu orang tua kami, ini juga jadi bentuk latihan kepemimpinan bagi pemuda. Kalau pangan terjamin, desa kita akan lebih kuat,” ujarnya penuh semangat.
Sebagai lembaga perwakilan masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ikut memberikan dukungan penuh. Ketua BPD Desa Werwaru, Jhon Ruisiay menyebutkan bahwa pihaknya tidak hanya berperan mengawasi, tetapi juga ikut menyusun arah kebijakan agar kebun raya memberi manfaat jangka panjang.
“BPD melihat kebun raya ini sebagai aset bersama. Kami pastikan program ini berjalan transparan, terencana, dan hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh warga. Kami juga berharap dukungan pemerintah daerah untuk membantu irigasi dan bibit unggul,” jelas Ruisiay.
Meski program kebun raya disambut positif, masyarakat Desa Werwaru tetap menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan air. Pulau Moa dikenal sering dilanda kekeringan, yang menyebabkan ternak kekurangan pakan dan lahan pertanian mengering. Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat produktivitas kebun raya.
Selain itu, keterbatasan alat pertanian modern membuat warga masih mengandalkan tenaga manual. Jika tidak ada dukungan tambahan dari pemerintah daerah maupun pusat, sulit bagi desa untuk meningkatkan hasil produksi secara signifikan.
Meski tantangan masih ada, optimisme tetap terjaga. Kepala Desa Elias Tenggawna menegaskan bahwa Desa Werwaru tidak boleh menyerah.
“Kita sudah memulai langkah besar. Tantangan pasti ada, tetapi dengan kebersamaan, saya yakin desa ini mampu menjadi contoh dalam ketahanan pangan di Maluku Barat Daya,” tuturnya.
Ketua Pemuda Sefanya Sairiltiata pun menambahkan harapan agar hasil kebun bisa menjadi basis ekonomi baru bagi pemuda. “Kami bermimpi suatu saat nanti Desa Werwaru punya koperasi pangan sendiri, yang dikelola pemuda dan bisa membantu perekonomian keluarga,” katanya kepada BalobeNews. Jumat, (19/9/2025)
Sementara itu, Ketua BPD Jhon Rupisiay menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program ini. “Kami ingin memastikan kebun raya ini bukan proyek sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, Desa Werwaru bisa menjadi desa mandiri pangan,” ujarnya. (BN-EW-26)









Komentar