Daerah
Home » Berita » ‎Wabup Kilikily Imbau Masyarakat MBD Waspada Cuaca Ekstrem Laut Timur

‎Wabup Kilikily Imbau Masyarakat MBD Waspada Cuaca Ekstrem Laut Timur

TIAKUR, Balobe.com – Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Agustinus Lekwarday Kilikily, mengimbau seluruh masyarakat MBD untuk berhati-hati dan menghindari pelayaran saat cuaca ekstrem musim timur yang berlangsung Juni hingga Agustus, usai ibadah pergumulan bersama bagi delapan korban hilang speedboat di perairan Pulau Dai di Gereja Eliora, Sabtu (13/6/2026). Wabup juga mengungkapkan bahwa tim gabungan telah menyisir perairan Babar, Wetang, Dai, Dawelor, Dawera, hingga Damer dan TNS selama dua hari namun pencarian masih belum membuahkan hasil.

‎Kilikily menyampaikan bahwa pemerintah daerah segera bergerak setelah menerima informasi hilangnya delapan orang dalam musibah speedboat di Pulau Dai, di mana dua di antaranya adalah Aparatur Sipil Negara.

‎”Pada prinsipnya pemerintah daerah setelah mendengar informasi atas kehilangan delapan orang dengan speedboat di Pulau Dai itu, dalam kejadian tersebut terdapat dua ASN, dan kami pemerintah daerah telah melakukan ibadah bersama dan kami berdoa minta pertolongan Tuhan semoga bisa ditemukan,” ujarnya.

‎Ia menegaskan imbauan keras kepada seluruh masyarakat MBD untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem musim timur yang sedang berlangsung.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Barat Daya di mana cuaca timur sangat ekstrim pada saat ini sampai bulan Juni-Agustus sehingga diharapkan kepada masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya harus berhati-hati dan selalu menjaga saat bepergian. Hati-hati cuaca ekstrem, gelombang laut tinggi saat masyarakat melakukan pelayaran,” tegasnya.

‎Kilikily juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kelayakan armada sebelum berlayar.

“Fasilitas berupa speedboat dan kapal motor (jolor) yang digunakan harus dilihat sebaik-baiknya, pastikan apakah speedboat layak atau tidak sehingga saat berlayar aman dan juga tidak terjadi masalah yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

‎Ia melaporkan perkembangan operasi pencarian yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama tim gabungan.

“Pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dengan pihak Forkopimcam untuk pencarian menggunakan kapal Tifelin milik swasta dan tim gabungan ini melakukan pencarian di laut Babar, laut Wetang, laut Dai, Dawelor, Dawera, sampai dengan laut Damer dan TNS tetapi usahanya tidak berhasil sampai dua hari ini,” jelasnya.

‎Kilikily menyampaikan bahwa tim gabungan akan terus melanjutkan pencarian dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan sekaligus memberikan penilaian atas kondisi speedboat yang digunakan korban.

‎”Tetap tim gabungan ini melakukan pencarian terus, mudah-mudahan Tuhan berkehendak lain, mudah-mudahan delapan orang ini bisa ditemukan minimal jenazahnya. Dan memang speedboat yang mereka tumpangi itu tidak memenuhi standar untuk melakukan pelayaran dengan kondisi cuaca yang seperti yang terjadi saat ini,” pungkasnya. (enos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement