TIAKUR, Balobe.com – Marine Communication Assistant WWF Indonesia, Wa Ode Mutmainah, mengungkapkan bahwa kegiatan di Pantai Syota berlangsung selama dua hari pada 3-4 Juni 2026, di mana hari pertama difokuskan pada pendataan sampah menggunakan metode saintifik CSIRO dan kampanye tata kelola wisata bahari, sementara hari kedua dilaksanakan aksi bersih pantai, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan masyarakat Dusun Syota, mahasiswa, AMGPM, dan Pemerintah Daerah ini merupakan wujud nyata kolaborasi WWF Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten MBD dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia.
Wa Ode Mutmainah menjelaskan bahwa WWF menjadi wadah pendataan sampah yang lebih akurat melalui tujuan pendataan yang terukur agar diketahui jumlah dan konsumsi sampah setiap hari.
“WWF menjadi wadah kita bisa pendataan sampah yang lebih akurat. Dari tujuan pendataan sampah kita bisa tahu bahwa jumlah sampah atau konsumsi sampah setiap hari seperti apa. Dari situ kita bisa mengambil data yang memang akan menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa bagaimana kita bisa bertanggung jawab terkait sampah yang kita hasilkan,” ujarnya kepada BalobeNews usai kegiatan.
Ia menjelaskan secara detail tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari tersebut.
“Untuk kegiatan ini kita sudah laksanakan dua hari tanggal 3-4 Juni 2026. Di tanggal 3 Juni itu kita fokus pada pendataan menggunakan metode saintifik namanya CSIRO. Jadi pendataan sampah di situ kita bisa melihat bagaimana hasil sampah yang dihasilkan dan jenis sampah yang paling banyak mendominasi,” jelasnya.
Wa Ode juga menyampaikan bahwa kegiatan pada 3 Juni mencakup kampanye tata kelola wisata bahari bertanggung jawab yang menghubungkan isu sampah dengan sektor kepariwisataan.
“Kemarin juga kami sudah kampanye tata kelola wisata bahari jadi hubungan sampah dengan kepariwisataan juga dekat. Jadi sampah itu memang sangat dekat dengan apapun kegiatan kita baik itu dari segi pariwisata laut dan sebagainya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, WWF berkolaborasi dengan komunitas Pivon dan AMGPM untuk menggandeng anak muda dalam mengkampanyekan gaya hidup bebas plastik.
“Dari pariwisata di sini kita ada yang namanya Pivon jadi teman-teman Pivon itu berkolaborasi dengan AMGPM. Tujuan mereka adalah bagaimana kita menggaet anak muda agar mereka bisa bantu mengkampanyekan melihat dari gaya hidup mereka sehari-hari terkait bagaimana pendataan sampah plastik dan juga bagaimana menjaga lingkungan mereka,” ujarnya.
Terkait tagline Hari Laut Sedunia, Wa Ode menyampaikan semangat WWF dalam mengenali dan menjaga laut.
“Untuk Hari Laut Sedunia kita WWF taglinenya adalah “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”. Jadi kita sebenarnya lebih mengenal laut kita apa yang dibutuhkan laut kita, dari situ kita bisa wujudkan aksi kita untuk lingkungan yang lebih baik dan laut yang lebih baik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa di MBD belum ada TPA yang bisa mengolah sampah secara lebih baik sehingga upaya pengurangan penggunaan plastik menjadi sangat penting.
“Harapannya kita mungkin bisa mengurangi penggunaan sampah dengan satu yang paling simpel kita bisa menggunakan tumbler. Contohnya kegiatan hari ini kita mengusahakan untuk free plastik, kita tidak menggunakan makanan kotak, botol plastik, air kemasan, dan kami sudah membawa galon. Harapannya kegiatan seperti ini sebenarnya tidak menggunakan sampah plastik itu bukan menjadi hambatan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu sekitar 100 tahun untuk bisa terurai.
“Harapannya kita sama-sama lebih bertanggung jawab terkait tempat hidup kita, lingkungan kita, laut kita,” pungkasnya. *enos




























Komentar