Politik
Home » Berita » Umar Lessy Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maluku Usai Rivalnya Mundur

Umar Lessy Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maluku Usai Rivalnya Mundur

Ambon, Balobe.com – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku berakhir dengan kejutan dramatis. Umar Lessy secara resmi terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Maluku periode 2025-2030 melalui mekanisme aklamasi, setelah rivalnya, Boy Sangadji, mengumumkan mundur dari kontestasi pada sesi krusial Musda.

Penetapan secara aklamasi oleh pimpinan musda dalam SK Partai Golongan Karya Provinsi Maluku Nomor: KEP.06/ MUSDA.XI/GOLKAR/MAL/2025 Tentang Keorganisasian Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Maluku.

Keputusan mundurnya Sangadji mengubah peta persaingan yang semula diprediksi akan terjadi permusuhan antara kedua tokoh kuat tersebut. Langkah tersebut diumumkan pada sesi krusial Musda dan sontak membuat dukungan mayoritas Pimpinan DPD II tingkat kabupaten/kota serta partai organisasi sayap langsung memberikan dukungan kepada Lessy.

Kondisi ini membuat peserta Musda sepakat mengukuhkan Lessy secara aklamasi, menandai berakhirnya kontestasi dengan suasana persatuan. Pengukuhan tersebut dilakukan setelah melalui serangkaian proses panjang yang melibatkan seluruh elemen partai yang berlambang beringin di Maluku.

Lessy yang dikenal sebagai sosok yang merangkul, langsung menunjukkan sikap inklusifnya pasca-terpilih. Ia tetap merangkul Sangadji dan kolektif demi memperkuat konsolidasi partai yang sempat mengalami konflik internal. Langkah ini dinilai strategis mengingat Golkar Maluku akan menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih (SOSDIKLIH) Merupakan Instrumen Demokrasi Yang Sehat

“Keputusan Pak Boy adalah langkah dewasa dalam berpolitik. Kita semua harus bersatu untuk memperkuat Golkar Maluku,” ujar Lessy. Minggu, (9/11/2025). Dikutip Jurnalis Ambon-Maluku.

usai pengukuhan, Merujuk pada keputusan rivalnya yang diukur menghindari perpecahan dan mempercepat konsolidasi internal partai.

Terpilihnya Lessy membawa harapan baru bagi Partai Golkar di Maluku. Ia diharapkan dapat membawa terobosan, khususnya dalam pemilu kepala daerah (Pilkada) dan persiapan Pemilu 2029. Keputusan strategi Sangadji untuk mundur dinilai pengamat politik sebagai langkah matang yang mengutamakan kepentingan partai di atas ambisi pribadi.

Dengan terpilihnya Lessy secara aklamasi, Golkar Maluku kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan yang diharapkan mampu menyatukan seluruh elemen partai dan meraih kemenangan di berbagai kontestasi politik mendatang. (BN-26)

Sosdiklih: Instrumen Vital Demokrasi Sehat Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement