TIAKUR, Balobe.com – Memasuki Awal Tahun Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar kuliah tamu dengan mengusung tema: “Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Smart And Good Citizen di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan”, Kamis (15/1/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom meeting.
Kuliah tamu ini hadir di tengah posisi strategis Maluku Barat Daya sebagai wilayah perbatasan dengan Timor Leste dan Australia. Koordinator PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten MBD Abraham Mariwy yang membuka acara tersebut menyambut baik penyelenggaraan kegiatan akademik tersebut.

“Topiknya saya kira sangat relevan dengan kondisi di MBD yang adalah pulau-pulau kecil daerah perbatasan. Kita ada di perbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia dan ini sangat tepat sekali kuliah tamu ini diselenggarakan,” ujar Mariwy dalam sambutannya.
Koordinator Mariwy berharap kuliah tamu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Ia menyebut kegiatan akademik semacam ini sangat menunjang persiapan akreditasi PSDKU yang akan dilaksanakan tahun ini.
“Harapan saya adalah semoga acara ini tidak saja menjadi acara seremonial tetapi kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Seperti kita ketahui bahwa tahun ini PSDKU akan melaksanakan akreditasi dan oleh karena itu, kegiatan akademik seperti ini sangat menunjang akreditasi kita,” katanya.
Mariwy juga menyinggung upaya memperjuangkan kemandirian PSDKU menjadi universitas mandiri. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berkualitas seperti kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.
Pemateri kuliah tamu, Makarius Erwin Bria, dosen Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Cendana (Undana), memaparkan tujuan komprehensif kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan kewarganegaraan di wilayah perbatasan memiliki peran vital dalam membentuk karakter masyarakat yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Bria menjelaskan beberapa tujuan khusus kuliah tamu, di antaranya meningkatkan kesadaran kebangsaan, memahami konteks wilayah perbatasan, hingga membangun kompetensi kewarganegaraan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat perbatasan.
“Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan yang rentan terhadap berbagai ancaman,” papar Bria.

Kuliah tamu yang dimoderatori Leo Mapusa tersebut juga menghadirkan Sefanya Sairiltiata sebagai pemantik diskusi. Menariknya, PSDKU Unpatti di Maluku Barat Daya juga memiliki mahasiswa asal Timor Leste, yang menunjukkan peran institusi dalam kerja sama pendidikan lintas negara di kawasan perbatasan. (*Enos)









Komentar