TIAKUR, Balobe.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Maluku Barat Daya (UPTD KPH MBD) menyalurkan lebih dari 50 bibit pohon kepada warga Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur dalam rangka memperingati HUT ke-11 jemaat tersebut. Penyaluran bibit dilakukan sebagai bentuk kerja sama program penghijauan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Foto: Aset Seksi Dokumentasi dan Publikasi Jemaat GPM Tiakur/EMC/Semi Arawaman
Bibit yang disalurkan terdiri dari pohon kayu seperti makila, linggua, dan mahoni, serta tanaman produktif seperti alpukat, durian, gandaria, jeruk manis, lengkeng, mangga, nangka, dan sukun. Seluruh bibit dibagikan secara gratis kepada warga jemaat dengan harapan dapat meningkatkan tutupan hijau sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi keluarga.
Kepala UPTD KPH MBD Ace Kelabora menyambut antusias kerja sama ini. Menurutnya, inisiatif penghijauan dari pihak gereja sejalan dengan upaya pemerintah dalam rehabilitasi hutan dan lahan, terutama menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
“Kami dari Kantor KPH MBD sangat menyambut baik, sangat senang dan bahkan berterima kasih untuk agenda ini. Karena kita semua, baik warga gereja maupun warga negara Indonesia, Tuhan kasih kita mandat untuk menjaga alam,” ujar Ace Kelabora kepada BalobeNews melalui telepon WhatsApp, Sabtu (24/1/2026).
Kelabora menjelaskan, program penyaluran bibit ini merupakan tahap pertama dari rangkaian kegiatan penghijauan yang akan berlanjut sepanjang 2026. Pengadaan bibit telah dimulai sejak November 2025 hingga Januari 2026 melalui kegiatan kebun bibit milik KPH MBD. Penanaman perdana telah dilakukan di depan gedung gereja Kampung Babar sebagai simbol komitmen bersama menjaga lingkungan.
Kerja sama ini berawal dari permintaan Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi yang menjadikan penghijauan sebagai salah satu agenda peringatan HUT jemaat. KPH MBD kemudian merespons dengan menyediakan bibit berkualitas melalui program rehabilitasi hutan dan lahan.
Dalam kesempatan yang sama, Kelabora mengajak seluruh masyarakat Maluku Barat Daya, khususnya warga Pulau Moa, untuk aktif menanam dan menjaga pohon. Ia mengingatkan peran vital pohon sebagai penyangga kehidupan, terutama dalam menghadapi bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang kini sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
“Satu pohon dewasa rata-rata mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 130 kilogram oksigen per tahun, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pernapasan manusia. Pohon berukuran besar dapat memproduksi oksigen yang memenuhi kebutuhan dua hingga empat orang per hari,” paparnya.
Kelabora juga mengingatkan kondisi geografis Pulau Moa yang berada di daerah karang dengan tutupan hutan terbatas. Karena itu, ia mendesak masyarakat menghentikan penebangan liar dan sembarangan yang dapat membawa bencana bagi generasi mendatang.
“Mari semua masyarakat Pulau Moa, Kota Tiakur, mari kita menanam pohon. Hari ini kita menebang, tetapi sesungguhnya bencana itu akan datang kepada seluruh masyarakat dan juga termasuk Bapak Ibu yang menebang dan anak cucu,” tegasnya.
Kepala KPH MBD berharap program ini dapat menjadi gerakan bersama menjaga kelestarian alam. “Mari jaga bumi, mari jaga alam, mari cintai bumi, mari cintai lingkungan,” ajaknya menutup perbincangan. (*enos)









Komentar