Tiakur, BalobeNews.com – Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya (Kejari MBD) menggelar kompetisi bahasa Inggris (English Competitions) perdana untuk siswa se-Kecamatan Moa dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80. Sebanyak 71 siswa dari jenjang SD hingga SMA berkompetisi dalam tiga kategori lomba dengan tema khusus hukum dan sosial budaya.
Kompetisi Bahasa Inggris (English Competitions) ini dibagi dalam tiga kategori sesuai jenjang pendidikan: lomba pidato untuk 25 peserta tingkat SD, story telling untuk 13 peserta SMP, dan cerdas cermat untuk SMA 11 tim. Yang satu tim terdiri dari tiga peserta. Setiap kategori menetapkan juara pertama hingga harapan ketiga sebagai apresiasi terhadap prestasi siswa.
Keunikan lomba ini terletak pada integrasi tema hukum dan sosial budaya dalam setiap materi yang disampaikan peserta menggunakan bahasa Inggris. Pendekatan ini bertujuan ganda: meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menanamkan pemahaman hukum kepada generasi muda sejak dini.
Kejaksaan MBD menjadikan kompetisi ini sebagai media edukasi yang menggabungkan pembelajaran bahasa internasional dengan pengenalan tugas pokok dan fungsi lembaga penegak hukum. Program inovatif ini diharapkan menjadi bekal siswa dalam menghadapi perkembangan pariwisata dan tantangan global di masa depan.
Ketua Panitia Lomba HUT Kejaksaan RI ke-80, Reinaldo Sampe, menjelaskan bahwa kompetisi ini memiliki visi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung sektor pariwisata MBD.
“Tujuan pelaksanaan lomba berbahasa Inggris ini untuk meningkatkan kemampuan anak-anak sekolah dari jenjang SD sampai SMA, tetapi juga untuk meningkatkan minat anak sekolah terkait pengetahuan berbahasa Inggris untuk mengembangkan dunia pariwisata kita dan masa depan anak-anak di Kabupaten Maluku Barat Daya,” kata Sampe kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (1/9/2025).
Sampe menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai bahasa internasional, tetapi juga memahami nilai-nilai hukum dan sosial budaya. Kombinasi ini diharapkan menjadi modal utama dalam menghadapi perkembangan sektor pariwisata yang membutuhkan SDM kompeten dan berintegritas.
Menurut Sampe, penetapan tema hukum dalam setiap mata lomba merupakan strategi khusus menanamkan kesadaran hukum kepada siswa melalui medium bahasa Inggris yang menarik dan menantang.
“Untuk lomba berbahasa Inggris ini kami panitia sudah menetapkan tema untuk setiap mata lombanya terkait dengan hukum maupun sosial budaya, sehingga menanamkan pengetahuan untuk anak-anak sekolah sejak dini terkait dengan masalah hukum,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta tidak hanya dituntut menguasai tata bahasa dan kosa kata bahasa Inggris, tetapi juga memahami substansi materi hukum dan sosial budaya yang disampaikan. Pendekatan ini sejalan dengan tupoksi Kejaksaan MBD sebagai lembaga penegak hukum yang berperan dalam edukasi masyarakat.
“Mereka menyampaikan pidato maupun story telling dan cerdas cermat dengan berbahasa Inggris, sehingga bukan saja terkait pengetahuan bahasa Inggris saja, tetapi juga terkait dengan pengetahuan hukum sosial budaya yang masih bersinggungan dengan tupoksi kami di Kejaksaan Maluku Barat Daya,” ujarnya.
Sampe mengungkapkan optimisme Kejaksaan MBD untuk memperluas jangkauan lomba pada tahun-tahun mendatang. Kompetisi yang saat ini terbatas di Kecamatan Moa direncanakan akan diperluas ke seluruh wilayah kabupaten.
“Harapan kita kejaksaan ke depannya pelaksanaan kegiatan English Competition ini bisa dilaksanakan di luar Pulau Moa,” katanya.
Ekspansi ini diharapkan lanjut Sampe dapat menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai pulau di MBD dan memberikan dampak positif lebih luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kejaksaan MBD berkomitmen menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin tahunan yang berkelanjutan dalam rangka membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,”pungkasnya. (EW-26)









Komentar