Daerah
Home » Berita » Inovasi “TIRTA” Revolusi Tata Kelola Pasar Ikan Tiakur Melalui Digitalisasi

Inovasi “TIRTA” Revolusi Tata Kelola Pasar Ikan Tiakur Melalui Digitalisasi

Tiakur, BalobeNews.com – Kabupaten Maluku Barat Daya memperkenalkan inovasi proyek perubahan “TIRTA” (Tiakur Rantai Dingin Terintegrasi) sebagai strategi transformasi tata kelola pasar ikan melalui digitalisasi dan sistem rantai dingin terintegrasi. Proyek yang digagas Kepala Dinas Perikanan MBD Herdi D. Ubro ini merupakan bagian dari tugas akhir Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Angkatan XVIII BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.

 

Inisiatif ini hadir menjawab tantangan struktural industri perikanan di wilayah kepulauan, di mana keterbatasan infrastruktur pasar dan sistem logistik rantai dingin selama ini menjadi kendala utama bagi nelayan lokal dalam mengakses pasar yang lebih luas.

 

Proyek “TIRTA” mengintegrasikan dua pendekatan utama: digitalisasi pasar ikan dan penguatan sistem rantai dingin. Digitalisasi memungkinkan transparansi, efisiensi, dan akses pasar yang lebih luas, sementara inovasi rantai dingin menjamin kualitas produk perikanan tetap terjaga hingga konsumen akhir.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

 

Latar belakang munculnya proyek ini tidak terlepas dari kondisi potensi produksi perikanan tangkap yang sangat besar di Maluku, dengan data produksi 2022 mencapai 518.887 ton di 11 kabupaten/kota. Namun potensi tersebut tidak diimbangi ketersediaan fasilitas rantai dingin yang memadai.

 

Di MBD, tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur pasar, belum optimalnya sistem logistik rantai dingin, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi dan tata kelola. Hal ini berdampak pada fluktuasi harga produk perikanan dan keterbatasan akses bagi nelayan lokal.

 

Dinas PUTRPKP Kabupaten MBD Bangun SPAM dan Kantor Camat

Nama “TIRTA” dipilih dengan makna filosofis yang mencerminkan keinginan masyarakat untuk memetakan dan menata ulang tata kelola pasar ikan agar bersih (higenis), rapi (terstruktur), dan menguntungkan semua pihak (inklusif). Proyek ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi strategi pemberdayaan masyarakat pesisir yang selama ini berada dalam lingkaran kemiskinan struktural.

 

Pj. Sekda Kabupaten MBD Daud Reimialy dalam rapat bersama pentahelix di Dinas Perikanan MBD menjelaskan pentingnya integrasi kedua pendekatan ini. “Digitalisasi memungkinkan transparansi, efisiensi, dan akses pasar yang lebih luas, sementara inovasi rantai dingin menjamin kualitas produk perikanan tetap terjaga hingga ke konsumen akhir,” ungkapnya dalam rapat Jumat (15/8/2025).

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten MBD Herdi D. Ubro selaku reformer proyek menegaskan visi transformatifnya. “Kedua pendekatan ini, jika diintegrasikan dalam kebijakan tata kelola pasar ikan, dapat menjadi pilar transformasi ekonomi lokal yang berkelanjutan,” katanya.

GAMKI- GMKI MBD Dukung Pengembangan Proyek Blok Masela

 

“Inovasi ‘TIRTA’ merupakan pendekatan kebijakan birokrasi yang transformatif, di mana inovasi teknologi dan kebijakan integratif digunakan sebagai instrumen strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” lanjut Ubro.

 

Herdi juga menekankan aspek pemberdayaan masyarakat dalam proyek ini. “Digitalisasi pasar ikan dan penguatan rantai dingin bukan hanya solusi teknis, tetapi juga strategi pemberdayaan masyarakat pesisir yang selama ini berada dalam lingkaran kemiskinan struktural.”

 

“‘TIRTA’ bukan sekedar proyek digitalisasi dan inovasi rantai dingin, namun merupakan pendekatan holistik yang merangkul visi daerah untuk menjadi pusat inovasi berbasis perikanan berkelanjutan,” katanya.

Proyek “TIRTA” hadir di tengah tuntutan transformasi birokrasi dan pembangunan ekonomi biru sebagai langkah inovatif yang menawarkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Kombinasi digitalisasi, inovasi rantai dingin, dan pemberdayaan komunitas diharapkan dapat mewujudkan pasar ikan modern yang higienis dan berkelanjutan.

 

Keberhasilan proyek ini akan menjadi model bagi daerah kepulauan lainnya di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi perikanan melalui teknologi dan inovasi tata kelola. Dengan dukungan pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) melalui kerja sama KKP dengan JICA di Tiakur, MBD memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi perikanan berkelanjutan di Indonesia Timur.

 

Implementasi proyek “TIRTA” diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan, tetapi juga memperkuat daya saing produk perikanan MBD di pasar regional dan nasional. Ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat lahir dari daerah terpencil untuk memberikan solusi bagi tantangan pembangunan berkelanjutan,”pungkasnya. (Tim Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement