Tiakur, BalobeNews.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Maluku mengeluarkan tabaos (pernyataan sikap) untuk menjaga kondusifitas di tengah situasi kebangsaan terkini, Senin (1/9/2025). Ketua DPD GMNI Maluku Alberthus Y. R. Pormes mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk mempertahankan nilai-nilai pela gandong dan menyampaikan aspirasi tanpa anarkisme.
Tabaos ini menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dengan menggunakan pendekatan kultural khas Maluku dalam merespons dinamika politik dan sosial yang berkembang.
Tabaos DPD GMNI Maluku ini dikeluarkan sebagai respons terhadap berbagai dinamika politik dan sosial yang berkembang di tingkat nasional dan daerah. Organisasi mahasiswa tertua di Indonesia ini mengambil sikap proaktif untuk mencegah eskalasi ketegangan yang berpotensi merusak harmoni sosial di kepulauan Maluku.
Penggunaan bahasa dan frasa lokal seperti “pela gandong,” “bae-bae jua basudara,” dan “manis-manis jua basudara” dalam tabaos menunjukkan pendekatan kultural yang dipilih GMNI untuk berkomunikasi dengan masyarakat Maluku. Hal ini mencerminkan pemahaman organisasi tentang pentingnya pendekatan yang sesuai dengan karakteristik budaya lokal.
DPD GMNI Maluku tampak mengantisipasi potensi ketegangan sosial dengan mengajak masyarakat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal dalam menyikapi berbagai perubahan politik. Pendekatan ini menunjukkan kematangan organisasi dalam memahami konteks sosial budaya daerahnya.
Tabaos ini juga mencerminkan posisi GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya fokus pada isu kampus, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga stabilitas sosial di daerah dengan sejarah konflik seperti Maluku.
Ketua DPD GMNI Maluku Alberthus Y. R. Pormes dalam tabaos yang dikeluarkan menyampaikan seruan yang sarat dengan nilai budaya lokal. “Mari Jaga Hidop Pela Gandong Bae-Bae Jua Basudara.”
“Mari Basudara Katong Sama-Sama Jaga Kondusifitas Par Maluku Pung Bae,” lanjut Pormes dengan menggunakan dialek Maluku untuk menekankan kebersamaan.
Pormes juga menekankan pentingnya cara penyampaian aspirasi yang santun. “Mari Bilang Aspirasi tanpa Anarkis Deng cara yang manis-manis jua Basudara.”
Tabaos ditutup dengan ajakan kolektif, “Mari Sama-Sama Jaga Katong Pung Maluku,” yang mencerminkan semangat kepemilikan bersama terhadap daerah. (EW-26)









Komentar