Daerah
Home » Berita » Disperidakop MBD Tunggu Arahan Pimpinan Terkait Konsep ASN Masuk Pasar

Disperidakop MBD Tunggu Arahan Pimpinan Terkait Konsep ASN Masuk Pasar

TIAKUR, Balobe.com  – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperidakop) Kabupaten Maluku Barat Daya masih menunggu arahan pimpinan terkait konsep ASN masuk pasar yang sebelumnya telah dijelaskan oleh Sekretaris Daerah. Konsep ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui daya beli pegawai negeri yang terkonsentrasi di pasar tradisional.

Kepala Disperidakop dan UMKM Kabupaten MBD, Johzes Leunufna, menjelaskan bahwa pada dasarnya pegawai negeri pasti akan berbelanja ke pasar setiap kali menerima gaji. Yang akan dilakukan adalah mengarahkan pegawai agar mengalokasikan satu hari khusus untuk berbelanja di pasar, meskipun hanya senilai Rp10.000.

“Perlu diketahui bahwa pegawai ketika menerima gaji itu pasti dia akan masuk pasar entah berapa kali. Tetapi yang kita lakukan adalah kita mengarahkan pegawai itu gunakan satu hari untuk membeli seharga 10 ribu saja, bukan kewajiban. Tetapi kita membuat untuk satu hari ASN itu bisa masuk pasar,” jelas Leunufna kepada BalobeNews, Jumat (6/2/2026).

Leunufna telah menghitung proyeksi ekonomi dari konsep ini. Jika setiap ASN masuk pasar empat kali dalam sebulan dengan belanja minimal Rp10.000 per kunjungan, maka dalam setahun akan terdapat perputaran uang mencapai Rp987 juta atau hampir Rp1 miliar yang beredar di Pasar Tiakur.

“Kalau dihitung satu bulan itu kalau empat kali masuk pasar saja, satu tahun kita bisa dapat 987 juta hampir 1 miliar yang beredar di Pasar Tiakur,” ungkapnya.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

Dengan jumlah pegawai di Kota Tiakur mencapai 2.044 orang, Jhozes optimis bahwa program ini akan berdampak signifikan bagi pedagang pasar. Ia yakin barang dagangan yang dijual pedagang akan lebih cepat laku terjual dengan meningkatnya frekuensi kunjungan ASN ke pasar.

“Jumlah pegawai di Kota Tiakur 2.044 orang, maka saya yakin bahwa barang yang dijual oleh pedagang pasti terjual habis,” ujarnya.

Meskipun konsep sudah matang dengan perhitungan plus-minus yang jelas, implementasi program ini masih menunggu keputusan dan arahan dari pimpinan daerah. “Konsepnya kita sudah buat tinggal tunggu arah pimpinan. Plus minusnya kita sudah hitung,” pungkas Luenufna (*enos) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement