TIAKUR, Balobe.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar ibadah syukur buka kerja di kantor dinas setempat, Kamis malam (29/1/2026). Kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen untuk menghadapi tantangan pendidikan di wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD, Roberth Japeky, menjadikan ibadah syukur tersebut sebagai ajang introspeksi bersama atas tugas dan tanggung jawab yang telah diemban. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi di tengah dinamika birokrasi pemerintahan.
“Beta mau bilang bahwa dalam hidup ini baku beda pendapat, beda cara hidup adalah hal yang biasa, apalagi di sistem administrasi pemerintahan atau birokrasi. Beda-beda pendapat, beda pemikiran itu sekali lagi hal yang menjadikan kita lebih mendekatkan relasi persaudaraan,” ujar Japeky.
Pejabat yang akrab disapa Robi itu mengingatkan jajarannya untuk mengubah strategi, pola pikir, dan manajemen pelayanan publik. Ia meminta seluruh pegawai lebih terbuka dalam memberikan pelayanan sekaligus menjaga hubungan kerja yang harmonis, baik antarpribadi maupun dalam hierarki organisasi.
“Saya tidak akan melihat lagi ada orang yang cengeng di dinas pendidikan. Kalau saatnya pimpinan memberi teguran, anggap saja itu pimpinan sedang menyayangi kita untuk memperbaiki kita,” tegasnya.
Roberth juga menyinggung tantangan berat yang tengah dihadapi, terutama terkait nasib guru ASN di sekolah swasta.
“Dunia pendidikan kita sedang berada di dalam suasana di mana bapak dan ibu guru ASN, nasib yang mereka hadapi terkhususnya yang ada di sekolah swasta menjadi pergumulan berat bagi kita untuk mengamankan posisi mereka sebagai Aparatur Sipil Negara. Tugas ini tidak ringan,” katanya.
Sementara itu, Pendeta M. Liharmeha dalam refleksinya menjabarkan empat tugas dan tanggung jawab utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pertama, merumuskan kebijakan teknis bidang pendidikan untuk PAUD, SD, SMP, dan kebudayaan. Kedua, melaksanakan kebijakan serta pembinaan ketenagaan, kurikulum, dan sarana prasarana. Ketiga, melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Keempat, membina kebudayaan dan adat istiadat setempat.
“Tujuan tugas dan tanggung jawab kita adalah kita bisa menciptakan pelayanan yang baik melalui pendidikan yang prima untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas di wilayah gugus kepulauan yang ada di MBD,” kata Liharmeha.
Kabupaten MBD lanjut Liharmeha memiliki tantangan geografis tersendiri dengan 17 kecamatan, 117 desa, dan satu kelurahan yang tersebar di wilayah kepulauan. Kondisi ini menuntut strategi khusus dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah,” ungkapnya (*enos)




























Komentar