Nasional
Home » Berita » Christovan Loloh Tolak Kongres Tandingan, Sebut Langgar Konstitusi Organisasi

Christovan Loloh Tolak Kongres Tandingan, Sebut Langgar Konstitusi Organisasi

Jakarta, balobe.com – Ketua Pimpinan Sidang Pleno Tetap Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Christovan Loloh, dengan tegas menolak upaya pembentukan kongres tandingan yang diduga akan diselenggarakan oleh kubu tertentu. Penolakan ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan terganggunya stabilitas organisasi mahasiswa nasionalis tertua di Indonesia tersebut.

 

Christovan menegaskan bahwa Kongres XXII GMNI telah selesai digelar secara sah dan demokratis, dengan hasil penetapan Sujahri Somar sebagai Ketua Umum GMNI periode baru. Menurut dia, segala upaya pembentukan forum tandingan merupakan tindakan inkonstitusional yang tidak memiliki dasar organisasi.

 

Pernyataan keras ini muncul setelah pihaknya mendapatkan dokumen notulensi rapat teknis terkait rencana penyelenggaraan kongres tandingan di Bandung. Dalam dokumen tersebut, terungkap skenario penyusunan struktur pimpinan sidang pleno dan komisi, manipulasi quorum, hingga penyusunan ulang konsideran keputusan forum untuk memberi kesan legitimasi.

Investasi Energi Masuk KEK Palu Dorong Industri

 

Bahkan, forum tandingan tersebut disebut akan memaksakan hasil sidang dalam satu hari penuh dengan klaim kehadiran 93 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Namun, menurut Izal dari DPC Gorontalo yang turut dalam kongres tandingan, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda.

 

“Sidang-sidang komisi dihadiri oleh 45 DPC Definitif dan Caretaker. Hanya saja persidangan tetap dilanjutkan karena harus menyelesaikan agenda persidangan,” ungkap Izal, mengakui minimnya partisipasi dalam forum tersebut.

 

Stok Energi Aman Harga BBM Stabil 2026

Christovan memperingatkan seluruh kader GMNI untuk tidak terlibat dalam kongres tandingan yang dinilai berpotensi merusak marwah GMNI sebagai organisasi nasionalis yang menjunjung tinggi disiplin struktural.

 

“Forum semacam itu tidak memiliki legitimasi apa pun. GMNI sudah menyelesaikan kongresnya secara sah dan demokratis. Kepengurusan sudah terbentuk. Segala tindakan yang membentuk forum tandingan di luar keputusan organisasi adalah pelanggaran serius terhadap AD/ART GMNI,” tegas Christovan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

 

Sementara itu, Sujahri Somar selaku Ketua Umum GMNI terpilih menyebut upaya kongres tandingan sebagai bentuk politik faksional yang tidak mencerminkan semangat perjuangan kader Marhaenis sejati. Dia menilai manuver tersebut sebagai upaya kelompok tertentu yang tidak siap menerima kekalahan.

Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia

 

“Ini bukan kerja kader yang menjunjung semangat nasionalisme, persatuan, dan ideologi kerakyatan. Ini murni manuver politik kelompok tertentu yang tidak siap kalah dan ingin menciptakan kekisruhan struktural di tubuh GMNI,” tegas Sujahri.

 

Ketua Umum yang baru terpilih ini juga mengimbau seluruh DPC dan kader di seluruh Indonesia untuk tidak terpengaruh oleh manuver yang menurutnya hanya akan melemahkan perjuangan kolektif GMNI di tengah tantangan kebangsaan saat ini.

 

“Jangan terjebak pada ego sektoral. Mari kita jaga GMNI sebagai rumah besar perjuangan ideologis, bukan jadi arena perebutan kekuasaan sempit. Kami, kepengurusan sah, siap merangkul semua elemen untuk membangun GMNI ke depan. Tapi tidak untuk memberi ruang pada upaya kudeta organisasi,” tegasnya.

 

Sebagai penutup, Sujahri mengingatkan bahwa GMNI sebagai organisasi perjuangan tidak akan pernah dibangun dengan manuver rapat bayangan dan forum rekayasa. Dia menegaskan komitmen untuk mempertahankan konstitusi organisasi.

 

“Kalau benar mereka ingin membangun GMNI, mestinya taat pada konstitusi. Kalau tidak, itu bukan GMNI, itu hanya gerombolan yang kebetulan memakai nama yang sama,” tutup Sujahri, menegaskan sikap tegas kepengurusan sah terhadap upaya delegitimasi yang dinilai merusak persatuan organisasi. (EW-26)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement