TIAKUR, Balobe.com – Pemerintah Provinsi Maluku bersama pemerintah kabupaten/kota menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengusulkan delapan lokasi untuk program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur perikanan terpadu ini.
Dukungan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan program KNMP yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, secara daring Rabu (11/3/2026).
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Provinsi Maluku.
Menurutnya, Maluku sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan yang besar membutuhkan dukungan program terintegrasi dari pemerintah pusat agar pengelolaan sumber daya perikanan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan melalui penguatan infrastruktur perikanan, peningkatan kapasitas nelayan, serta pengembangan kawasan ekonomi berbasis perikanan.
Ia menjelaskan bahwa konsep Kampung Nelayan Modern atau Kampung Nelayan Merah Putih dirancang secara terpadu dari hulu hingga hilir untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan. Berbagai fasilitas pendukung disiapkan, antara lain pembangunan dermaga atau tambatan perahu yang layak, pabrik es, gudang beku (cold storage), serta pusat docking atau perbaikan kapal.
Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi sentra usaha seperti tempat pelelangan ikan (TPI) yang higienis, sentra kuliner berbasis hasil laut, serta kios koperasi bagi nelayan. Dari sisi lingkungan dan sosial, program ini turut menghadirkan fasilitas drainase, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penataan rumah nelayan, menara pandang, hingga balai pelatihan bagi masyarakat pesisir.
“Program ini juga mendorong penggunaan teknologi dan peralatan penangkapan ikan yang lebih modern, termasuk perahu bermesin agar nelayan dapat menjangkau wilayah penangkapan yang lebih luas,” jelas Latif.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah syarat utama bagi daerah yang ingin mengusulkan wilayahnya sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Di antaranya mayoritas penduduk di kawasan tersebut berprofesi sebagai nelayan, ketersediaan lahan yang clean and clear atau tidak dalam sengketa, serta adanya komitmen pemerintah daerah untuk mendukung dan memelihara fasilitas yang dibangun.
Selain itu, kawasan yang diusulkan juga diutamakan berada di wilayah pesisir yang membutuhkan penataan, serta memiliki kelompok usaha bersama atau kelompok nelayan yang aktif dalam kegiatan perikanan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perikanan di wilayah Maluku, khususnya di Kabupaten MBD.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya telah mengusulkan delapan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tahun 2026 yang nantinya akan diverifikasi oleh tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Untuk tahun 2026, kami mengusulkan delapan lokasi Kampung Nelayan di Kabupaten MBD yang akan diverifikasi oleh KKP. Sebelumnya, pada tahun 2025 sudah ada dua lokasi yang telah selesai diverifikasi,” kata Noach. Dikutip News Pemda
Bupati Noach menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten MBD siap mendukung implementasi program tersebut, termasuk menyiapkan lokasi serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait di daerah. Ia berharap dengan terpilihnya lokasi-lokasi di MBD sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara signifikan.
Kabupaten MBD yang memiliki wilayah kepulauan sangat luas dengan potensi perikanan yang melimpah sangat membutuhkan program seperti ini untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan dan memperbaiki infrastruktur perikanan yang selama ini masih terbatas.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan kesiapan pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 di Provinsi Maluku, termasuk pengantar survei lokasi serta pembahasan berbagai hal teknis lainnya yang berkaitan dengan implementasi program di lapangan.
Tim verifikasi dari KKP dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota di Maluku untuk menilai kelayakan dan kesiapan lokasi sebelum penetapan final. Verifikasi ini meliputi pengecekan kondisi geografis, ketersediaan lahan, jumlah nelayan, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku dan Maluku Barat Daya yang sangat bergantung pada sektor kelautan dan perikanan sebagai penopang ekonomi masyarakat
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang




























Komentar