Nasional Seputar Maluku
Home » Berita » OKP Cipayung Plus Maluku Desak Mahasiswa Unpatti Tahan Diri, Jaga Persatuan

OKP Cipayung Plus Maluku Desak Mahasiswa Unpatti Tahan Diri, Jaga Persatuan

AMBON, Balobe.com – Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Provinsi Maluku mengeluarkan pernyataan sikap resmi menghimbau mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) yang terlibat pertikaian untuk menahan diri dan mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polda Maluku. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang meresahkan di Provinsi Maluku, termasuk insiden penikaman mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpatti yang memicu ketegangan antarkelompok mahasiswa.

Dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan di Ambon, Kamis (5/3/2026), OKP Cipayung Plus Maluku menegaskan pentingnya menjaga semangat nasionalisme dan persatuan, terutama di tengah dinamika ketatanegaraan yang menantang. Organisasi ini menyoroti serangkaian insiden yang terjadi akhir-akhir ini di Provinsi Maluku, termasuk di Kota Ambon dan Kota Tual, yang dinilai mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Pernyataan sikap tersebut menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan memiliki ribuan pulau, memerlukan nasionalisme sebagai daya pengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Nasionalisme Indonesia yang berdasarkan Pancasila harus selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

OKP Cipayung Plus Maluku secara khusus menyoroti insiden penikaman mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpatti yang berakibat pada hubungan antarkelompok mahasiswa menjadi disharmonis.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

Organisasi ini menilai bahwa dalam situasi seperti ini, generasi muda justru diharapkan berperan sebagai pilar perdamaian untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam konteks pela gandong dan sebagai pengaktualisasi slogan “sagu salempeng dipatah dua, ale rasa beta rasa” di Bumi Raja-Raja.

Ketegangan di kalangan mahasiswa dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pembangunan di Provinsi Maluku, baik pada sektor regulasi yang berkaitan dengan pengesahan RUU Daerah Kepulauan maupun sektor kelautan dan perikanan, yakni pembangunan Maluku Integrated Port (MIP).

Berkaitan dengan situasi tersebut, OKP Cipayung Plus Provinsi Maluku memberikan empat poin pernyataan sikap sebagai berikut:

Pertama, mendukung seluruh program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Kedua, meminta Pemerintah Daerah Provinsi Maluku agar tetap konsisten memperjuangkan RUU Kepulauan dan Maluku Integrated Port (MIP) untuk kesejahteraan masyarakat Maluku secara keseluruhan.

Ketiga, mendukung institusi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Keempat, menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa yang terlibat dalam pertikaian di Universitas Pattimura agar tetap menahan diri dan mempercayakan proses penegakan hukum sepenuhnya kepada Institusi Polda Maluku.

Dinas PUTRPKP Kabupaten MBD Bangun SPAM dan Kantor Camat

“Menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa yang terlibat dalam pertikaian di Universitas Pattimura agar tetap menahan diri dan percayakan proses penegakan hukum sepenuhnya kepada Institusi Polda Maluku, dan mari basudara tarus biking bae, katong samua jaga Maluku, deng tarus biking bae,” demikian bunyi poin keempat pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai kontemplasi mendalam terhadap situasi kemalukuan akhir-akhir ini dan diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi semua pihak menuju Maluku yang lebih baik.

OKP Cipayung Plus Provinsi Maluku juga mengucapkan “Marhaban Ya Ramadan” dan selamat menjalankan ibadah puasa 1447 H/2026 M bagi saudara-saudara umat Muslim di Maluku.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh pimpinan tujuh organisasi kepemudaan yang tergabung dalam OKP Cipayung Plus Maluku, antara lain: Ketua DPD GMNI Maluku Alberthus Y.R. Pormes, Korwil XI GMKI Maluku Yandri Y. Porumau, Ketua DPD IMM Maluku M. Saleh Souwakil, Ketua Wilayah KAMMI Maluku Mustakim Rumasukun, Ketua PW SEMMI Maluku Risman Solissa, Sekretaris PW PII Maluku H. Hari Namkatu, dan Ketua PD KMHDI Maluku Hitinessi Nahatue.

Kehadiran tujuh organisasi kepemudaan dalam pernyataan sikap bersama ini menunjukkan kesatuan visi di kalangan generasi muda Maluku untuk menjaga perdamaian dan persatuan di tengah tantangan yang dihadapi. Himbauan untuk menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada Polda Maluku diharapkan dapat meredam ketegangan dan mengembalikan harmoni di lingkungan kampus Unpatti serta masyarakat Maluku secara luas.

GAMKI- GMKI MBD Dukung Pengembangan Proyek Blok Masela

BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement