AMBON, Balobe.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi kematian pelajar MTs Arianto Tawakal (14) yang dianiaya oleh anggota Brimob di Kota Tual. Organisasi Perjuangan ini mengajak masyarakat Maluku menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi yang tengah memanas, sekaligus mendesak proses hukum yang adil, jujur, dan terbuka terhadap oknum aparat kepolisian yang terlibat.
Ketua DPD GMNI Maluku, Alberthus Y.R. Pormes, menyatakan bahwa kejadian tersebut memberikan dampak signifikan terhadap problematika keamanan di Provinsi Maluku. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), terlebih di bulan suci Ramadan.
“Kepada masyarakat Maluku yang saya kasihi, terhadap situasi yang terjadi di Kota Tual, kami DPD GMNI Maluku mengucapkan dukacita dan belasungkawa yang mendalam. Kejadian tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap problematik keamanan di Provinsi Maluku,” ujar Pormes melalui pesan video yang diterima redaksi Balobe.com, Senin (23/2/2026).
Pormes mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tetap menjaga Kamtibmas agar kondisi di daerah ini tetap kondusif, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk kita tetap menjaga Kamtibmas agar di hari-hari yang baik ini, di bulan suci Ramadan ini, kita menjaga Kamtibmas dari hari lepas hari lebih baik ke depan. Karena bulan penuh ampunan ini kita harus menorehkan dengan hal-hal yang positif, harus beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya masyarakat fokus pada ibadah dan hal-hal positif di tengah suasana bulan Ramadan, serta menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan.
Terkait proses hukum terhadap oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Arianto Tawakal, Alberthus mendesak agar proses hukum dilaksanakan secara adil, jujur, dan terbuka kepada publik Maluku.
“Kami minta agar proses hukum yang terjadi kepada oknum Aparat Kepolisian ini supaya dapat dilaksanakan secara adil, jujur, dan terbuka terhadap publik Maluku sehingga dapat memberikan rasa lebih kuat kepada Polri khususnya di jajaran Polda Maluku sehingga terhadap pelayanan dan keamanan, dan ketertiban di Provinsi Maluku ini dapat berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Pormes juga mengimbau seluruh rakyat Maluku, secara khusus masyarakat Kota Tual, untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian agar dapat diusut tuntas secara baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku.
“Sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh rakyat Maluku secara khusus di Kota Tual agar kita sama-sama mempercayakan kasus ini untuk pihak Kepolisian melaksanakannya, mengusut tuntas secara baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku di tangan Kepolisian,” ujarnya.
Ketua DPD GMNI Maluku menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Kapolda Maluku, kasus ini akan ditangani dengan baik dan memberikan rasa keadilan yang sesungguhnya bagi korban dan keluarga yang merasa dirugikan.
“Kami percaya di tangan Pak Kapolda Maluku kasus ini akan berjalan sebagaimana mestinya yang memberikan rasa keadilan yang sesungguhnya bagi korban yang merasa dirugikan secara personal maupun keluarga,” pungkasnya.
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang (*enos)









Komentar