TOUNWAWAN, Balobe.com – Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto berharap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 1511/Pulau Moa di Kabupaten Maluku Barat Daya mampu meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.
Optimisme tersebut disampaikan Pangdam saat meninjau pelaksanaan program TMMD di Pulau Moa. Menurut dia, TMMD di wilayah itu memiliki potensi besar untuk menjadi unggulan karena tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya lokal sebagai nilai tambah.
“Saya berharap TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional dengan menampilkan kekayaan budaya daerah sebagai over prestasi,” ujar Dody Triwinarto.
Menurut Putra Asal Kelahiran Medan itu, keberhasilan program TMMD tidak hanya diukur dari capaian pembangunan infrastruktur maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga dari kemampuan daerah menghadirkan identitas budaya lokal yang dapat memperkuat daya tarik wilayah.
Ia menilai Kabupaten Maluku Barat Daya memiliki potensi budaya dan pariwisata yang khas dan berbeda dibanding daerah lain di Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian Pangdam ialah tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau yang selama ini dikenal sebagai budaya masyarakat Pulau Moa.
Kegiatan budaya tersebut dinilai dapat menjadi bagian penting dalam mendukung penilaian TMMD sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah ke tingkat nasional.
Menurut dia, pelaksanaan TMMD di berbagai daerah di Indonesia memiliki persaingan yang cukup ketat karena masing-masing wilayah menampilkan inovasi dan keunggulan tersendiri.
Namun, Pangdam optimistis Kodim 1511/Pulau Moa bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan masyarakat mampu menunjukkan kualitas pelaksanaan program secara maksimal.
“Persaingan menuju juara nasional tentu tidak mudah karena banyak daerah juga melaksanakan TMMD. Tetapi saya yakin dengan kerja sama semua pihak dan dukungan masyarakat, Pulau Moa mampu menunjukkan keunggulannya,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD menjadi salah satu kekuatan utama yang memperlihatkan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selain mempercepat pembangunan desa, Pangdam berharap program TMMD juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya.
Menurut dia, kekayaan budaya lokal yang dipadukan dengan pembangunan wilayah dapat menjadi identitas kuat yang membedakan Pulau Moa dari daerah lain.
Program TMMD ke-128 di Kabupaten Maluku Barat Daya sendiri mencakup pembangunan rumah tidak layak huni, penyediaan air bersih, pembangunan jalan rabat beton, serta berbagai kegiatan sosial dan penyuluhan kepada masyarakat.
*BN-01



















Komentar