Politik
Home » Berita » ‎PDI Perjuangan Maluku Perkuat Lima Mantap Organisasi di MBD

‎PDI Perjuangan Maluku Perkuat Lima Mantap Organisasi di MBD

‎TIAKUR, Balobe.com – Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, James Richard Maatita, menegaskan bahwa Musyawarah Pimpinan Anak Cabang (Musypimcab) PDI-P yang digelar di tiga kecamatan yakni Letti, Moa, dan Lakor merupakan bagian dari konsolidasi struktural partai yang bertujuan memperkuat lima mantap organisasi, Sabtu (11/7/2026). Keterbatasan geografis Kabupaten MBD menjadi alasan musyawarah hanya digelar di tiga dari 14 kecamatan yang ada.

‎Maatita menjelaskan alasan musyawarah hanya dilaksanakan di tiga kecamatan.

‎”Sebetulnya kita berkeinginan menyelenggarakan minimal 5 atau 6 kecamatan juga boleh, tetapi karena situasi geografis kita di sini yang memang harus bisa ditoleransi maka lewat kesepakatan dengan Dewan Pimpinan Cabang kita hanya menyelenggarakan di 3 kecamatan,” ujarnya.

‎Selain itu, ia menjelaskan mekanisme untuk 11 kecamatan lainnya.

‎”11 kecamatan yang lain itu seperti yang saya sampaikan akan memberikan kewenangan pendelegasian dari Dewan Pimpinan Cabang, Dewan Pimpinan Daerah ke Dewan Pimpinan Cabang,” jelasnya.

Yan Zamora Noach: Musyancab Perkuat Konsolidasi Kader PDI Perjuangan Hingga Akar Rumput

‎Ia menegaskan bahwa konsolidasi partai ini bertujuan memperkuat lima mantap organisasi.

‎”Konsolidasi partai kita ini adalah memang ajang untuk memperkuat lima mantap organisasi yaitu pertama mantap ideologi, kedua mantap organisasi, ketiga mantap kaderisasi, keempat mantap program, dan kelima mantap sumber daya,” tegasnya.

‎Oleh karena itu, proses konsolidasi akan berlanjut hingga tingkat terbawah setelah seluruh kecamatan selesai bermusyawarah.

‎”Setelah selesai seluruh kecamatan melakukan konsolidasi akan dilakukan juga oleh Dewan Pimpinan Cabang konsolidasi di tingkat desa, kelurahan, sampai ke tingkat ranting maupun anak ranting. Setelah itu pengurus anak cabang yang sudah terbentuk itu juga akan melakukan konsolidasi untuk tingkat dusun-dusun,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa musyawarah ini bukan sekadar pergantian pengurus melainkan peristiwa politik yang bermakna.

PDI Perjuangan MBD Gelar Pendidikan Politik Maritim Rakyat ‎

‎”Ketika kita menyelenggarakan musyawarah ini sebetulnya ini sebuah proses politik, ini sebuah peristiwa politik yang diselenggarakan oleh satu organisasi politik. Ini merupakan bagian dari kaderisasi partai, menanamkan nilai-nilai ideologi partai yaitu Pancasila mulai dari pembukaan sampai selesai,” ujarnya.

‎Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan makna kaderisasi dalam konteks partai.

‎”Kaderisasi itu adalah sebuah proses pergantian kepengurusan dan perekrutan anggota-anggota, itu adalah bagian dari kaderisasi,” pungkasnya. *BN-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement