Daerah
Home » Berita » Kapal Landen Justin Babar Terjebak Cuaca Buruk Perairan MBD

Kapal Landen Justin Babar Terjebak Cuaca Buruk Perairan MBD

TIAKUR, Balobe.com – Kapal laden Justin Babar pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dengan muatan 150 ton pertamax dan 120 ton minyak tanah masih berlindung di perairan Desa Kroing, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), hingga Senin (2/2/2026). Cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal tersebut belum bisa melanjutkan perjalanan untuk mendistribusikan BBM Pulau Moa, Kota Tiakur.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kelangkaan BBM di Pulau Moa Kota Tiakur yang semakin parah. Namun, Pemerintah Kabupaten MBD menegaskan keselamatan awak kapal dan muatan menjadi prioritas utama dibandingkan mempercepat distribusi.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten MBD, Imanuel J. Maupula, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi kapal. Berdasarkan laporan terkini dari kru kapal, cuaca di perairan Babar Timur belum memungkinkan untuk berlayar dengan aman.

“Laporan terkini, laden masih berlindung di Kroing, Kecamatan Babar Timur. Rencana keluar pagi ini kalau kondisi cuaca membaik. Nyatanya, saya komunikasi dengan kru kapal, mereka sampaikan bahwa cuaca buruk, gelombang tinggi, angin lebih kencang,” ujar Maupula kepada Wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Maupula menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengambil risiko dengan memaksa kapal berlayar dalam kondisi cuaca ekstrem. Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu distribusi BBM hingga kondisi cuaca membaik dan aman untuk pelayaran.

Danrem 151/Binaiya Tekankan Disiplin Dan Soliditas Prajurit

“Langkah yang diambil pemerintah daerah saat ini adalah menghimbau masyarakat bersabar dan menanti. Kita menghimbau untuk bertahan saja menunggu situasi ini, tidak ada langkah lain karena ini berisiko,” tegasnya.

Ia menambahkan, keputusan menahan kapal di pelabuhan Kroing merupakan langkah preventif untuk menghindari kemungkinan terburuk. “Andaikan laden celaka, orang mati, siapa yang bertanggung jawab? Karena hari ini minyak tidak ada, orang belum mati,” ujarnya mengingatkan.

Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan cuaca. Kapal laden direncanakan akan segera melanjutkan perjalanan begitu kondisi laut memungkinkan untuk navigasi yang aman,” pungkasnya. (*enos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement