JAKARTA, Balobe.com – PIHAK Istana menegaskan Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi ataupun nonsubsidi per 1 April 2026. Penegasan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah Kementerian ESDM bersama Pertamina melakukan koordinasi atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026). Dikutip Akun YouTube Sekretariat Presiden
Dengan demikian, tidak akan terjadi kenaikan atau penyesuaian harga BBM per 1 April 2026. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial tentang proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Prasetyo berharap penegasan ini dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan akurat kepada masyarakat. Istana juga meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri masih aman.
“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin,” ucap Prasetyo.
Menurutnya, Prabowo juga selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan dampak kebijakan harga BBM terhadap daya beli masyarakat.
Prasetyo kembali menegaskan tidak akan ada penyesuaian harga BBM.
“Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya lagi.
Sebelumnya beredar di media sosial dokumen yang mencantumkan proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Sejumlah BBM yang disebut naik yaitu Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dex (Pertamina Dex), serta Dexlite. Informasi ini menyebar luas dan menimbulkan kepanikan di sebagian masyarakat.
Terkait kabar penyesuaian harga BBM tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman meminta publik tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi dari Pertamina.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, saat ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (30/3/2026).
Penegasan dari Istana, Kementerian ESDM, dan Pertamina ini diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang











Komentar