Daerah
Home » Berita » GMNI MBD Bantah Tuduhan Sayap PDI-Perjuangan

GMNI MBD Bantah Tuduhan Sayap PDI-Perjuangan

Tiakur, BalobeNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Barat Daya mengeluarkan bantahan keras terhadap tuduhan organisasinya merupakan sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ketua DPC GMNI MBD Ridolof Loimalitna mengutuk pernyataan Gylian Petra Soukotta yang memposting tuduhan tersebut di akun Facebook grup “Gerakan Membangun MBD”, Rabu (27/8/2025).

Bantahan ini muncul di tengah eskalasi konflik politik seputar demonstrasi menuntut pembubaran Pansus P3K, dimana berbagai pihak mulai mempertanyakan motif dan afiliasi politik organisasi mahasiswa yang vokal mengkritik kinerja DPRD MBD.

 

Tuduhan afiliasi partai politik terhadap GMNI bukanlah isu baru dalam perpolitikan nasional. Organisasi mahasiswa tertua di Indonesia ini kerap dituding sebagai onderbouw PDI-P karena sejumlah alumninya yang berkiprah di partai berlambang banteng tersebut. Namun GMNI secara konsisten membantah tuduhan ini dengan merujuk pada AD/ART organisasi yang tegas melarang afiliasi partisan.

Loimalitna menegaskan bahwa GMNI adalah organisasi pergerakan dengan karakter independen, bukan organisasi sayap partai politik. Perbedaan mendasar ini tercermin dalam struktur organisasi, sumber pendanaan, dan pengambilan keputusan yang tidak tunduk pada instruksi partai politik manapun.

Danrem Binaiya Tinjau Koperasi Merah Putih MBD

Sebagai bukti independensi GMNI, Loimalitna menunjuk pada kasus gugatan terhadap Ketua Pengurus Besar (PA) GMNI di Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait dugaan pelanggaran kode etik. Gugatan tersebut tidak terbukti, menunjukkan bahwa keterlibatan kader GMNI di lembaga negara tidak otomatis menjadikannya alat partai politik tertentu.

Realitas politik menunjukkan alumni GMNI tersebar di berbagai partai politik, tidak hanya PDI-P. Hal ini membuktikan bahwa organisasi tidak mengarahkan kadernya untuk berkiprah di satu partai tertentu, melainkan memberikan kebebasan pilihan politik sesuai ideologi personal masing-masing.

Ketua DPC GMNI MBD Ridolof Loimalitna menegaskan posisi organisasinya dengan tegas. GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) tidak pernah terafiliasi dengan partai politik manapun apalagi sayap partai tertentu. Hal ini dibuktikan dengan gugatan pihak-pihak ke MKMK terhadap Ketua PA GMNI yang adalah anggota Mahkamah Konstitusi namun tidak terbukti.

“Perlu dipertegas bahwa GMNI bukan organisasi partai politik, GMNI bukan sayap dari Partai PDI Perjuangan. Tetapi GMNI adalah organisasi pergerakan, organisasi perjuangan. AD/ART organisasi juga beda,” lanjut Loimalitna melalui rilis melalui WhatsApp yang diterima Redaksi BalobeNews.

Loimalitna juga menjelaskan fenomena alumni GMNI yang berpolitik. “Kalaupun ada alumni yang memilih berpolitik dengan partai PDIP, itu adalah pilihan politiknya tetapi harus dilihat tidak sedikit juga alumni GMNI yang memilih partai lain untuk berkiprah di dunia politik.”

Bupati MBD Dukung Program TNI Untuk Rakyat

Dengan nada mengecam, Loimalitna menyatakan, “Jadi kami DPC GMNI MBD mengutuk keras Saudara Gylian Petra Soukotta yang mengatakan bahwa GMNI adalah sayap dari Partai PDI Perjuangan yang diposting melalui akun Facebook di Gerakan Membangun MBD. (EW-26)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement