TELA, Balobe.com – Di bawah langit Desa Tela yang cerah, sebuah momen kecil namun sarat makna berlangsung dengan penuh syukur Sebuah batu penjuru diletakkan di atas tanah hibah sebuah tanah yang diberikan dengan keikhlasan, untuk sebuah rumah yang akan menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal. Kamis, (19/3/2026), Ibadah Peletakan Batu Penjuru Pembangunan Pastori 2 Jemaat GPM Tela resmi dimulai, disaksikan oleh tokoh-tokoh gereja, pemerintah daerah, hingga seluruh jemaat yang hadir dengan penuh sukacita di Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Ibadah Peletakan Batu Penjuru Pembangunan Pastori 2 Jemaat GPM Tela. Foto/Humas
Tokoh yang Hadir dalam Ibadah Peletakan Batu Penjuru
- Agustinus L. Kilikily
Wakil Bupati Maluku Barat Daya - Pdt. W. Terloit, M.Th
MPH Sinode GPM - Pdt. K. Mose, S.Th
Ketua Klasis GPM Babar Timur - Pdt. Ny. M. Tamaela
Ketua Klasis GPM PP Babar - David Laipeny
Camat Babar Barat - Leo Imuly
Kepala Desa Tela - Para Pendeta se-Klasis Babar Barat
Unsur Gerejawi - Unsur Forkopimcam & Seluruh Jemaat
GPM Tela
Kehadiran Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily bersama sejumlah pimpinan klasis dan tokoh pemerintahan menjadi penanda bahwa momentum ini bukan sekadar agenda internal jemaat. Ini adalah peristiwa yang menghubungkan gereja dan negara dalam satu tekad: membangun sarana pelayanan yang layak bagi hamba-hamba Tuhan yang mengabdikan hidup mereka di ujung-ujung kepulauan Maluku.
MPH Sinode GPM, Pdt. W. Terloit yang memimpin ibadah peletakan batu penjuru, menegaskan sejak awal bahwa pastori yang akan dibangun ini bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, ia adalah tanda kehadiran gereja yang hidup di tengah komunitas, sebuah ruang di mana doa dan pelayanan berpadu dalam keseharian seorang pendeta.
🏗 Makna Peletakan Batu Penjuru
Dalam tradisi gerejawi, peletakan batu penjuru bukan sekadar ritual konstruksi. Ia merupakan ibadah pengakuan bahwa setiap pembangunan dimulai atas nama Tuhan dan dipersembahkan untuk kemuliaan-Nya sebuah deklarasi iman sebelum fondasi pertama ditumpuk.
Pdt. Terloit juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada pemilik lahan yang telah menghibahkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan pastori tersebut. Menurut dia, tindakan itu bukan keputusan biasa melainkan ekspresi iman yang nyata, kasih jemaat yang diwujudkan dalam bentuk paling konkret yang bisa ditawarkan seseorang: tanah yang ia miliki.
“Pastori ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan pergumulan iman para pelayan Tuhan bagi jemaat.” ujar Terloit
Tentang hibah lahan, Pdt. Terloit berbicara dengan nada penuh kekaguman. Baginya, jemaat yang merelakan tanahnya adalah jemaat yang telah memahami bahwa pelayanan bukan hanya soal kehadiran di mimbar tetapi juga soal pengorbanan nyata di luar dinding gereja.
“Pemberian lahan ini menunjukkan kasih dan komitmen jemaat kepada gereja. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan adalah tanggung jawab bersama.” tegasnya
Ia juga mengungkapkan harapannya agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera rampung, sehingga pastori baru ini tidak hanya dihuni oleh pendeta, tetapi benar-benar menjadi ruang terbuka bagi seluruh jemaat yang membutuhkan pendampingan dan pelayanan pastoral.
“Pastori ini diharapkan menjadi sentra pelayanan, tempat pergumulan umat, dan pusat penggembalaan jemaat bukan sekadar rumah tinggal semata.” harap Pdt. W. Terloit

Sementara itu, Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan sarana keagamaan di wilayah MBD. Ia mendorong panitia untuk segera menyusun proposal agar dukungan resmi dari pemerintah kabupaten bisa segera diproses dan disalurkan.
“Pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung setiap upaya pembangunan, termasuk pembangunan pastori ini. Silakan panitia menyiapkan proposal untuk diajukan.” kata Kilikily dihadapan semua tamu undangan
🏗
Bantuan Langsung Wakil Bupati MBD
50 Sak Semen
Diserahkan kepada Panitia Pembangunan Pastori 2 Jemaat GPM Tela sebagai dukungan nyata pemerintah daerah
Ketika ibadah peletakan batu penjuru itu akhirnya usai, yang tertinggal di Desa Tela bukan sekadar sebongkah batu di sudut tanah hibah. Yang tertinggal adalah janji janji jemaat kepada hamba Tuhan mereka, janji pemerintah kepada gereja, dan janji bersama bahwa pelayanan di ujung kepulauan Maluku ini tidak akan berhenti, tidak akan surut, meski jalan menuju sana panjang dan tak selalu mudah.
Pastori 2 Jemaat GPM Tela belum berdiri. Pondasinya baru saja dimulai. Tapi bagi warga Desa Tela, fondasi yang paling penting sesungguhnya telah lama ada tertanam dalam iman dan kebersamaan yang hari itu kembali diperbarui di bawah langit Babar Barat
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang











Komentar