ROMDARA, Balobe.com – ABRASI pantai kembali menghantam dua desa pesisir di Kecamatan Kepulauan Luang Sermata, Kabupaten Maluku Barat Daya Desa Romdara dan Desa Elo. Bencana yang dipicu gelombang tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan tidak lagi layak huni. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Penyebab utama bencana ini adalah terjangan ombak besar yang merembet ke permukiman akibat rusaknya talud penahan abrasi di sepanjang garis pantai. Infrastruktur pelindung pesisir tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga patah, sehingga air laut bebas menghantam langsung permukiman warga yang berada di garis terdepan pantai.
Salah satu warga sekaligus korban terdampak, Alex Kay, menegaskan bahwa abrasi kali ini termasuk yang paling parah yang pernah dialami warga dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, selain merusak rumah-rumah di pinggir pantai, gelombang besar juga mengancam fasilitas umum dan akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga di sekitar pesisir desa.
Abrasi kali ini yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Selain merusak rumah, gelombang juga mengancam fasilitas umum dan akses jalan di sekitar pesisir desa. Alex Kay, Warga & Korban Abrasi Desa Romdara

Foto: Alex Kay
Pernyataan tersebut disampaikan Alex Kay kepada BalobeNews pada Selasa, (24/32026). Kesaksian warga seperti ini menjadi gambaran nyata betapa rentannya permukiman pesisir di wilayah kepulauan terpencil yang minim infrastruktur perlindungan pantai.
Kerusakan struktural yang terjadi terbilang serius. Sejumlah bangunan rumah warga di garis pantai dilaporkan mengalami kerusakan pada dinding dan fondasi akibat kikisan air laut yang terus-menerus. Kondisi ini menjadikan bangunan tersebut tidak lagi aman untuk ditinggali, sehingga para penghuninya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Desakan Warga kepada Pemerintah Daerah & BPBD MBD
- Pembangunan kembali talud penahan abrasi yang rusak dan patah di pesisir Desa Romdara dan Desa Elo secara segera
- Bantuan perbaikan dan rehabilitasi rumah warga yang rusak berat akibat terjangan gelombang di kedua desa
- Penanganan darurat oleh BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya untuk warga yang mengungsi
- Penyusunan langkah mitigasi bencana abrasi jangka panjang guna mencegah kerusakan yang lebih besar di masa mendatang
Masyarakat Desa Romdara dan Desa Elo kini berharap besar agar pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, segera turun tangan dan memberikan bantuan konkret. Mereka tidak hanya membutuhkan respons darurat, tetapi juga solusi permanen berupa rekonstruksi talud penahan abrasi yang kuat dan tahan cuaca ekstrem.
Abrasi pantai memang merupakan fenomena yang kerap mengintai wilayah pesisir, terutama saat musim cuaca ekstrem dengan intensitas gelombang tinggi. Namun di kawasan kepulauan terpencil seperti Kecamatan Kepulauan Luang Sermata, dampaknya jauh lebih berat karena keterbatasan infrastruktur perlindungan pantai dan sulitnya akses bantuan dari daratan. Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, abrasi berpotensi terus menggerus daratan, mengancam keselamatan, dan mengikis kehidupan masyarakat yang telah lama mendiami pesisir tersebut.
BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang










Komentar