AMBON, Balobe.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan yang produktif dan berkelanjutan. Salah satu hasil nyata program tersebut ialah keberhasilan warga binaan membudidayakan tanaman hidroponik serta memproduksi kursi sofa bernilai jual tinggi.
Program pembinaan itu menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada peningkatan keterampilan warga binaan melalui kegiatan produktif, kreatif, dan bernilai ekonomi.
Pada sektor pertanian, warga binaan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rutan untuk membudidayakan berbagai tanaman hidroponik. Dengan perawatan rutin, tanaman yang dihasilkan tumbuh subur dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, warga binaan juga aktif mengikuti pelatihan pembuatan kursi sofa. Dalam pelatihan tersebut, mereka dibimbing mulai dari proses perakitan rangka, pemasangan busa, hingga tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Hasil karya yang diproduksi dinilai memiliki kualitas baik, desain menarik, dan nilai jual tinggi sehingga berpotensi menjadi produk unggulan hasil pembinaan kemandirian di Rutan Ambon.
Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan kegiatan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Program pembinaan ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Ambon dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Jefry, melalui rilis yang di terima Redaksi BalobeNews Sabtu (16/5).
Menurut dia, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
Salah satu warga binaan berinisial H.F mengaku senang dan termotivasi mengikuti program keterampilan tersebut. Ia mengatakan pelatihan yang diberikan membuka peluang baru bagi dirinya setelah selesai menjalani masa pidana.
“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar, mulai dari cara membuat sofa hingga merawat tanaman hidroponik. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan harapan untuk bisa memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti,” kata H.F.
Program pembinaan di Rutan Ambon dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas agar warga binaan memahami setiap tahapan pekerjaan secara menyeluruh. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan yang terus berjalan, Rutan Ambon berupaya menghadirkan perubahan positif bagi warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri. (*enos)


















Komentar