Daerah
Home » Berita » RPPJ GPM Tiakur Disahkan, Peta Pelayanan Lima Tahun Dimulai

RPPJ GPM Tiakur Disahkan, Peta Pelayanan Lima Tahun Dimulai

Sebuah dokumen berpindah tangan di Gedung Gereja Eliora dari tangan tim Litbang ke tangan Ketua Majelis Jemaat. Di dalamnya tersimpan peta perjalanan pelayanan GPM Tiakur selama lima tahun ke depan, yang penulisannya, kata sang Ketua Litbang, bukan lahir dari kehebatan manusia, melainkan dari kemurahan Tuhan. Foto/Meiberlin

TIAKUR, Balobe.com – Di tengah berjalannya Persidangan Jemaat Ke-XII GPM Tiakur, Minggu (22/3/2026), ada satu momen yang menjadi puncak dari kerja panjang yang dimulai jauh sebelum hari itu: sebuah dokumen berpindah tangan. Dari Jonias Iwamony, Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, ke tangan Pendeta F. Lawa Ketua Majelis Jemaat. Dokumen itu adalah Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026–2030 peta perjalanan pelayanan GPM Tiakur untuk lima tahun ke depan yang kini resmi disahkan melalui Keputusan Persidangan Nomor 04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026.

Penyerahan dokumen RPPJ ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penutup dari proses panjang yang melibatkan tim Litbang dalam menyusun, mendiskusikan, dan menguji dokumen tersebut secara terbuka bersama jemaat melalui forum Uji Publik RPPJ. Setelah melewati seluruh tahapan itu, dokumen dinyatakan siap dan kini, dengan disahkannya Keputusan Persidangan, RPPJ 2026–2030 resmi menjadi pedoman perencanaan pelayanan GPM Tiakur selama lima tahun mendatang

RPPJ ini hadir pada momentum yang sangat strategis. Sidang Jemaat Ke-XII GPM Tiakur tahun ini bukan hanya agenda tahunan biasa ia menjadi titik tolak yang menentukan arah GPM Tiakur memasuki dasawarsa kelima pelaksanaan Pola Induk Pelayanan, sekaligus bagian dari perjalanan besar menuju satu abad Gereja Protestan Maluku. Artinya, setiap keputusan yang diambil dalam persidangan ini, termasuk pengesahan RPPJ, memiliki bobot historis yang melampaui kepentingan satu jemaat semata

Dasar Iman RPPJ 1 Petrus 5:10
“Allah, sumber segala kasih karunia yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu.” Firman ini menjadi fundamen keyakinan bahwa perjalanan gereja bukan oleh kekuatan manusia, melainkan anugerah Allah semata.

Dalam momen penyerahan dokumen itu, Ketua Litbang Jonias Iwamony menyampaikan kata-kata yang tidak terdengar seperti laporan teknis biasa. Ia berbicara dengan kerendahan hati yang tulus, menempatkan seluruh proses penyusunan RPPJ ini dalam perspektif iman yang jauh melampaui kapasitas tim yang mengerjakannya.

Danrem 151/Binaiya Tinjau Pos Pamputer, Serap Kebutuhan Prajurit

“Penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang, tetapi karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala Gereja yang telah menuntun kami. Proses penyusunan dan Uji Publik RPPJ telah selesai, dan hari ini kami menyerahkan dokumen ini untuk digunakan sebagai rencana pengembangan pelayanan selama 5 tahun ke depan.”ungkapnya.

Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi pembuka. Ia mencerminkan filosofi yang mendasari seluruh proses penyusunan RPPJ ini: bahwa dokumen perencanaan gereja bukan produk intelektualitas semata, melainkan buah dari doa, pergumulan, dan kepercayaan bahwa Tuhan sendiri yang menyertai setiap langkah penyusunannya. Uji Publik yang telah dijalani pun menjadi bagian dari keterbukaan iman itu memberi ruang bagi seluruh jemaat untuk berbicara, menilai, dan berkontribusi pada dokumen yang pada akhirnya akan memandu pelayanan mereka bersama.

“Dokumen ini diserahkan untuk digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelayanan untuk kemajuan jemaat, untuk hormat dan kemuliaan Tuhan.” tegas Iwamony

Ketika dokumen itu resmi berpindah tangan dan Keputusan Persidangan Nomor 04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026 dibacakan, ada keheningan sejenak yang terasa bermakna di dalam Gedung Gereja Eliora. Sebuah kerja panjang telah selesai. Dan sebuah perjalanan baru, yang lebih panjang, baru saja dimulai.

RPPJ 2026–2030 kini bukan lagi dokumen yang tengah disusun ia adalah komitmen yang telah disahkan, pedoman yang harus dihidupi, dan janji pelayanan yang akan ditagih oleh setiap anggota jemaat GPM Tiakur dalam lima tahun mendatang. Dan seperti yang diyakini Iwamony dan seluruh tim Litbang yang menyelesaikannya: bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena kemurahan Tuhan yang tak pernah gagal memenuhi janji-Nya kepada gereja-Nya.

Danrem 151/Binaiya dan BTR-BKP Jamuan Perdana Bersama

BALOBE.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung BALOBE.com di Akun Media Sosial dan di Whatsapp Chanel sekarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement