Daerah Ekonomi
Home » Berita » Tol Laut Jaga Stabilitas Harga Sembako di MBD, Dua Trayek Layani Distribusi

Tol Laut Jaga Stabilitas Harga Sembako di MBD, Dua Trayek Layani Distribusi

TIAKUR, Balobe.com – Program Tol Laut dinilai berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Meskipun harga sembako, khususnya beras, masih relatif tinggi, keberadaan dua trayek Tol Laut membantu menjaga pasokan di wilayah kepulauan yang menghadapi kendala geografis dan cuaca.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (PerindagkopUMKM) MBD, Johzes H.F. Leunufna, menjelaskan bahwa pada 2026 MBD dilayani dua trayek Tol Laut, yakni Trayek T12 dan T16. Trayek T12 melayani rute Tanjung Perak-Kisar-Leti-Moa-Ilwaki-Tanjung Perak, sedangkan Trayek T16 melayani rute Tanjung Perak-Tepu-Larat-Tanjung Perak. Kedua trayek tersebut mendukung distribusi barang dan mendorong aktivitas perekonomian di wilayah kepulauan.

“Tol Laut membantu distribusi karena kapal mampu mengangkut kontainer dalam jumlah besar dengan tingkat keamanan yang baik, sehingga pasokan sembako lebih terjaga,” kata Leunufna saat diwawancarai Balobe.com di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).

Leunufna menjelaskan bahwa harga sembako di MBD, khususnya beras, masih relatif tinggi karena mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) berbasis zonasi yang ditetapkan Badan Pangan Nasional. MBD masuk zona Maluku-Papua yang memiliki HET lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa-Bali.

Berdasarkan pantauan per 5 Februari 2026, harga beras di pasaran masih dalam batas HET, meskipun terdapat disparitas harga antarwilayah. Perbedaan harga dipengaruhi biaya distribusi menggunakan kapal umum, biaya bongkar muat, serta jarak pengiriman dari daerah pemasok seperti Surabaya.

DPRD MBD: THR ASN Tertunda Dibayar Awal Mei

Kendala logistik juga memengaruhi pasokan. Pada 2025, gangguan operasional kapal dan faktor cuaca menyebabkan keterlambatan pelayaran Tol Laut, sehingga berdampak pada ketersediaan stok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Keterbatasan fasilitas pelabuhan, termasuk peralatan bongkar muat, turut menjadi hambatan distribusi.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah daerah melalui Dinas PerindagkopUMKM melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta melakukan pengawasan harga beras di tingkat pedagang.

Pemda MBD akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, untuk menyesuaikan frekuensi dan kapasitas layanan Tol Laut dengan kondisi pelabuhan setempat.

Leunufna juga mengimbau masyarakat dan pedagang bertransaksi secara wajar serta tidak melakukan penimbunan agar stabilitas pangan tetap terjaga. (*enos)

Dinas PUTRPKP Kabupaten MBD Bangun SPAM dan Kantor Camat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement