TIAKUR, balobe.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya memangkas anggaran tahun 2026 menjadi Rp800 miliar lebih, turun sekitar Rp200 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 triliun. Pemotongan ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran dari pusat ke daerah.
Dari total anggaran tersebut, Rp700 miliar lebih bersumber dari dana transfer, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan mencapai Rp100 miliar lebih. Meski terpangkas, pemkab menegaskan komitmen untuk tetap mengutamakan sektor-sektor vital.
“Anggaran kita tahun 2026 ini hanya Rp800 miliar lebih saja, itu sudah termasuk PAD. Kalau tahun sebelumnya itu kan Rp1 triliun, tetapi sekarang efisiensi anggaran. Akhirnya kita di punya anggaran dana transfer itu ada Rp700 miliar lebih, ditambah dengan PAD direncanakan Rp100 miliar lebih, makanya dapat Rp800 miliar lebih,” ujar Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwarday Kilikily kepada BalobeNews di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2025).
Agustinus menjelaskan, dari anggaran Rp800 miliar lebih tersebut akan difokuskan untuk empat sektor prioritas. Keempat sektor itu adalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan gaji pegawai.
Pemangkasan anggaran ini menjadi tantangan bagi pemkab dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Namun, tambah Kilikily dengan pengalokasian yang tepat sasaran, pemerintah daerah optimistis program-program prioritas tetap dapat berjalan efektif di tahun 2026,” pungkas Kilikily. (*Enos)









Komentar