Daerah
Home » Berita » Wabup Kilikily Imbau Batasi Miras Saat Nataru

Wabup Kilikily Imbau Batasi Miras Saat Nataru

Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya memangkas anggaran tahun 2026 menjadi Rp800 miliar lebih, turun sekitar Rp200 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 triliun. Pemotongan ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran dari pusat ke daerah. Dari total anggaran tersebut, Rp700 miliar lebih bersumber dari dana transfer, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan mencapai Rp100 miliar lebih. Meski terpangkas, pemkab menegaskan komitmen untuk tetap mengutamakan sektor-sektor vital. "Anggaran kita tahun 2026 ini hanya Rp800 miliar lebih saja, itu sudah termasuk PAD. Kalau tahun sebelumnya itu kan Rp1 triliun, tetapi sekarang efisiensi anggaran. Akhirnya kita di punya anggaran dana transfer itu ada Rp700 miliar lebih, ditambah dengan PAD direncanakan Rp100 miliar lebih, makanya dapat Rp800 miliar lebih," ujar Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwarday Kilikily kepada BalobeNews di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2025). Agustinus menjelaskan, dari anggaran Rp800 miliar lebih tersebut akan difokuskan untuk empat sektor prioritas. Keempat sektor itu adalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan gaji pegawai. Pemangkasan anggaran ini menjadi tantangan bagi pemkab dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Namun, tambah Kilikily dengan pengalokasian yang tepat sasaran, pemerintah daerah optimistis program-program prioritas tetap dapat berjalan efektif di tahun 2026," pungkas Kilikily.

Tiakur, Balobe.com – Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwarday Kilikily mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan saat merayakan Natal dan Tahun Baru 2025. Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran terjadinya gangguan keamanan akibat euforia perayaan.

Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus L. Kilikily mengatakan pemerintah daerah mendukung masyarakat merayakan kedua hari besar tersebut dengan meriah. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum, terutama terkait konsumsi minuman keras.

“Salah satu hal yang menjadi catatan bagi kami pemerintah daerah adalah masyarakat jangan terlalu mengonsumsi minuman berlebihan,” ujar Kilikily kepada BalobeNews di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2025). Ia menjelaskan euforia berlebihan, baik dari masyarakat maupun pegawai, berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Wakil bupati itu secara khusus menyoroti bahaya berkendara dalam kondisi mabuk. Menurutnya, pengendara sepeda motor dan mobil harus lebih berhati-hati selama masa perayaan. “Tetap menjaga keselamatan yang paling utama dan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” tegasnya.

Kilikily berharap seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat kabupaten hingga desa, dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita tanpa mengorbankan keselamatan dan ketertiban.

GMNI Ambon Kritik Penertiban Pasar Mardika Tidak Konsisten

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk pelaksanaan Natal dan Tahun Baru sebaik-baiknya dan semeriah-meriahnya, tetapi tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Kilikily. (*Enos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement