Komjen Dedi Prasetyo ditunjuk menjadi Wakapolri. Selasa 5 Agustus 2025
Tiakur, BalobeNews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menunjuk Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) yang baru. Penunjukan ini mengakhiri spekulasi yang berkembang selama sebulan terakhir setelah posisi Wakapolri kosong sejak Komjen Ahmad Dofiri memasuki masa pensiun pada 1 Juli 2025.
Surat Keputusan Resmi Diterbitkan
Penunjukan Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri tertuang dalam surat telegram Nomor ST/1764/VIII/ΚΕΡ./2025 tertanggal 5 Agustus 2025 yang ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia Polri Irjen Anwar atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dedi Prasetyo yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri resmi menggantikan posisi Komjen Ahmad Dofiri yang telah melepas jabatannya sejak 1 Juli 2025. Keputusan ini sekaligus mengisi kekosongan jabatan strategis nomor dua di tubuh Polri yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan.
Sebelumnya, posisi Wakapolri sempat lowong setelah Komjen Ahmad Dofiri memasuki masa pensiun. Proses seleksi dan penunjukan pejabat tinggi Polri ini telah melalui berbagai pertimbangan internal dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Kandidat Terkuat Sejak Awal
Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Arief Wicaksono sebelumnya telah menyebut Komjen Dedi Prasetyo sebagai kandidat terkuat untuk mengisi jabatan Wakapolri menggantikan Komjen Ahmad Dofiri. Prediksi ini terbukti akurat dengan penunjukan resmi yang diumumkan hari ini.
Komjen Dedi Prasetyo merupakan lulusan Akpol 1990, satu tahun lebih senior dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rekam jejak, integritas, dan kemampuan manajerial menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi ini.
Sepanjang kariernya, Dedi Prasetyo telah memegang berbagai posisi strategis di tubuh Polri. Sebagai Irwasum Polri, ia memiliki tanggung jawab dalam pengawasan internal dan memastikan profesionalisme anggota kepolisian di seluruh Indonesia.
Proses Koordinasi dengan Presiden
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah mengungkapkan bahwa sejumlah nama perwira tinggi Polri untuk jabatan Wakapolri memang sudah diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam proses tersebut, Presiden telah memberikan persetujuan terhadap nama-nama yang diajukan oleh pimpinan Polri.
Sistem penunjukan pejabat tinggi Polri ini menunjukkan koordinasi yang baik antara institusi kepolisian dengan pemerintahan pusat, khususnya dalam memastikan bahwa figur yang dipilih memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk memimpin institusi strategis negara.
“Sejumlah nama Pati Polri untuk menjabat Wakapolri memang sudah disodorkan ke Presiden Prabowo Subianto. Presiden sudah menyetujui nama Pati Polri yang diserahkan,” ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya.
Mengenai kriteria seleksi, sumber internal yang dikutip media menyatakan: “Kedua nama ini akan menguat dalam pembahasan. Rekam jejak, integritas, dan kemampuan manajerial mereka menjadi pertimbangan utama. Keputusan final diharapkan keluar dalam waktu dekat.”
Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono juga memberikan dukungan terhadap penunjukan ini dengan menyatakan bahwa Komjen Dedi Prasetyo merupakan figur yang tepat untuk menjadi Wakapolri berdasarkan pengalaman dan kompetensinya selama berkarier di kepolisian.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Penunjukan Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri diharapkan dapat memperkuat sinergi kepemimpinan di tubuh Polri. Sebagai orang nomor dua di institusi kepolisian, Wakapolri memiliki peran strategis dalam implementasi kebijakan, koordinasi operasional, dan pengembangan sumber daya manusia Polri.
Dengan pengalaman sebagai Irwasum, Dedi Prasetyo diharapkan dapat membawa perspektif pengawasan internal yang kuat untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas institusi kepolisian. Hal ini sejalan dengan komitmen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini.
Ke depan, kolaborasi antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo diharapkan dapat menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam penegakan hukum, pemeliharaan keamanan, dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Penunjukan ini juga menandai babak baru kepemimpinan Polri yang diharapkan dapat merespons dinamika tantangan keamanan nasional dengan lebih efektif dan profesional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (Nad)









Komentar