Nasional
Home » Berita » Kongres Tandingan Chayadi Rusak Marwah GMNI

Kongres Tandingan Chayadi Rusak Marwah GMNI

Tiakur, balobe.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali diguncang konflik internal. Setelah sukses menggelar kongres dan memilih Sujahri Somar sebagai Ketua Umum DPP GMNI periode 2025–2028, muncul upaya tandingan yang dinilai mencederai demokrasi organisasi. Dalangnya: Imanuel Chayadi, mantan ketua umum, yang disebut-sebut bermanuver demi kepentingan pribadi dan elite politik.

 

Kongres GMNI resmi menetapkan Sujahri Somar sebagai Ketua Umum dan Amir Mahfut sebagai Sekretaris Jenderal untuk masa bakti 2025–2028 dalam forum yang sah dan konstitusional. Namun, tak lama setelah hasil kongres diumumkan, Chayadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum DPP GMNI, menggelar kongres tandingan di Gedung Merdeka, Bandung tempat yang sarat makna historis, namun kini justru digunakan untuk tujuan yang disebut oleh banyak kader sebagai “pengkhianatan organisasi”.

 

Investasi Energi Masuk KEK Palu Dorong Industri

Foto: Screnshoot Akun Instagram bung.zulzaman

 

Langkah Chayadi ini memicu kecaman luas dari berbagai cabang dan komisariat GMNI. Mereka menilai tindakan tersebut bukan saja tidak konstitusional, tetapi mencerminkan upaya segelintir orang untuk menjadikan GMNI alat tawar-menawar politik. Chayadi dituding berambisi menduduki jabatan strategis di sektor energi nasional, terutama di lingkaran direksi migas, dengan menjual nama besar organisasi.

 

“GMNI bukan tangga karier pribadi. Apa yang dilakukan Imanuel Chayadi adalah bentuk pengkhianatan terhadap marwah perjuangan marhaenis,” tegas sumber media ini Kamis, 31 Juli 2025.
Ia menambahkan, “Kongres sudah selesai. Mandat kader telah diberikan. Jangan bawa organisasi ke kancah elitisme yang merusak.”

 

Stok Energi Aman Harga BBM Stabil 2026

Sementara itu, sumber media ini menyebut bahwa gerakan tandingan tersebut sangat berbahaya bagi konsolidasi nasional GMNI. “Ini bukan hanya soal dualisme, tapi soal niat buruk yang membajak idealisme kader demi kepentingan migas,” ujarnya.

 

Perlu diingatkan Organisasi GMNI bukan organisasi partai politik,”tegas sumber media ini.

 

Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia

Manuver Chayadi memunculkan kembali luka lama organisasi yang selama ini berjuang memulihkan persatuan setelah berbagai konflik internal. GMNI sebagai organisasi kader ideologis dituntut untuk berdiri tegak di atas nilai-nilai nasionalisme dan kejujuran politik. Kini, para kader muda di seluruh Indonesia menanti sikap tegas organisasi terhadap langkah-langkah oportunis yang mencederai semangat Trisakti Bung Karno. (EW-26)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement