Bandung, BalobeNews.com – Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, memasuki fase penentuan setelah berhasil mengesahkan seluruh hasil sidang komisi dalam Sidang Pleno yang digelar Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 26-27 Juli 2025 pukul 23.45 WIB.
Dinamika Konsolidasi Politik
Setelah sebelas hari penuh dinamika dan perdebatan intensif, kongres kini bersiap menggelar pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal GMNI periode 2025-2028. Sidang pleno berhasil mencapai kuorum dengan kehadiran 91 DPC dan DPD dari 134 peserta kongres.
Bursa calon ketua umum diwarnai persaingan ketat antara Sujahri Somar asal DPC GMNI Ambon dan Muhammad Risyad Fahlefi. Tim Sujahri Somar telah menunjukkan kekuatan konsolidasi politik dengan berhasil merebut kursi pimpinan sidang tetap dan memimpin seluruh komisi strategis.
Momentum penting terjadi ketika DPC GMNI Surabaya menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada Sujahri Somar pada Sabtu, 26 Juli. Pemberian rekomendasi ini otomatis menutup peluang Risyad Fahlefi yang berasal dari DPC GMNI Surabaya, karena berdasarkan hasil sidang komisi organisasi, disyaratkan adanya rekomendasi dari cabang asal calon ketua umum.
Visi Persatuan dan Ideologi
Sujahri Somar dikenal sebagai sosok yang membumi dan lahir dari proses kaderisasi penuh. Dia merepresentasikan kekuatan konsolidasi ide, bukan transaksi kepentingan elite politik. Pencalonannya mengusung semangat mengembalikan GMNI ke jalan ideologisnya dan pangkuan rakyat.
“Semoga usaha kita bersama dilancarkan, kita dilindungi dalam menjalani tahapan Kongres selanjutnya, dan kita semua dikuatkan dalam membangun GMNI ke depan. MERDEKA!” ujar Sujahri Somar saat menerima rekomendasi, diiringi pekik “Merdeka!” dari rekan-rekan yang hadir.
Simbolisme Persatuan Timur-Barat
Pencalonan Sujahri Somar dari Ambon dipandang sebagai simbol persatuan Indonesia dari timur ke barat. Ini menunjukkan bahwa GMNI lebih besar dari sekat blok dan basis politik regional. Kepemimpinan nasional yang akan terpilih diharapkan menjadi hasil konsolidasi ide, bukan kepentingan elite.
Namun, dinamika internal kongres juga diwarnai kontroversi. Beberapa pihak mengkritik dugaan keterlibatan kader dalam politik praktis, termasuk Ketua Umum GMNI periode sebelumnya yang disebut mendapat jabatan komisaris di BUMN.
Komitmen Ideologis
Kongres kali ini membawa pesan kuat bahwa GMNI tidak akan menjadi alat kekuasaan atau terjebak dalam pusaran kepentingan elite. Organisasi mahasiswa yang berideologi Marhaenisme ini bertekad tetap menjadi rumah ideologis kader dan alat perjuangan rakyat.
Setelah penetapan hasil sidang komisi, kongres kini memasuki tahap final pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang dijadwalkan pada Minggu, 27 Juli 2025. Hasil final pemilihan akan menentukan arah kepemimpinan GMNI untuk tiga tahun ke depan dalam menghadapi tantangan politik nasional yang semakin kompleks.
Kongres XXII GMNI ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ideologi dan persatuan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia dalam mengemban misi perjuangan Marhaen di era kontemporer. (EW-26)









Komentar